Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta perluasan pasar produk halal untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Menurut Tito, UMKM merupakan tulang punggung sektor riil yang berperan besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Nah, jadi UMKM memang tulang punggung utama kita, sektor riil,” ujar Tito.
Tito mencontohkan keberhasilan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memulihkan perekonomian daerah setelah pandemi.
Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut mampu meningkat menjadi 5,53 persen pada 2021, setelah sebelumnya hanya berada di angka 0,68 persen pada 2020.
Pemulihan ekonomi tersebut, kata Tito, ditopang kuat oleh sektor UMKM yang berkontribusi hingga 79,6 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain UMKM, Tito juga menyoroti potensi besar Indonesia di sektor kerajinan tangan yang dinilainya termasuk yang terbesar di dunia.
Menurutnya, produk kerajinan lokal tidak boleh lagi dipandang sebagai barang biasa, melainkan bagian dari sektor ekonomi kreatif yang memiliki daya saing di pasar global.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung peluang besar pasar produk halal di dunia. Tito mengungkapkan bahwa produsen produk halal terbesar saat ini justru didominasi oleh negara yang bukan mayoritas muslim, seperti Tiongkok dan Brasil.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengambil peran sebagai produsen utama produk halal dunia.
“Jadi memang ironis, kita menjadi market yang diserbu oleh negara-negara yang bukan mayoritas muslim, tapi mereka memproduksi produk halal. Kenapa tidak kita sendiri yang menguasai?” kata Tito.
Lebih lanjut, Tito juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang dinilai cukup tinggi berkat kedekatan geografis dengan Singapura sebagai pasar ekspor produk daerah.
Ia menyebutkan Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,89 persen secara year-on-year pada Triwulan IV 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,39 persen.
Meski demikian, Tito mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan ekonomi antara kawasan maju dengan wilayah kepulauan terluar agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi inovasi digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.
Menurutnya, sistem pembayaran digital tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui sistem pembayaran pajak hotel dan restoran yang langsung masuk ke kas daerah.
Tito berharap penyelenggaraan Kepulauan Riau Ramadan Fair dapat terus digelar secara rutin karena dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk datang ke Kepulauan Riau.
Editor: Redaktur TVRINews





