Jaksa Banding di Kasus Minyak Mentah, Ini Kata Pakar Hukum

okezone.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengambil langkah banding untuk atas putusan hakim dalam perkara tata kelola minyak mentah. Upaya yang dilakukan Koprs Adhyaksa dinilai tepat.

Banding terkait putusan yang melibatkan sembilan terdakwa, salah satunya Muhammad Kerry Adrianto. Adapun yang menjadi keberatan jaksa terkait perhitungan kerugian perekonomian negara yang dianggap belum sepenuhnya diakomodasi. 

Pakar hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII), Hanafi Amrani, mengatakan, penilaian hakim di tingkat pengadilan tinggi nantinya akan sangat menentukan, khususnya terkait unsur kerugian perekonomian negara yang diajukan jaksa penuntut umum.

Baca Juga :
Kerry Riza Dituntut 18 Tahun Bui, Kuasa Hukum: Isi Tuntutan Kembar Identik dengan Dakwaan

"Tinggal hakim Pengadilan Tinggi bagaimana menafsirkan kerugian perekonomian negara,” ujar Hanafi, dikutip Senin (9/3/2026).

Hanafi menambahkan, langkah banding tersebut tidak hanya didasarkan pada tidak dikabulkannya kerugian perekonomian negara oleh hakim. Jaksa juga disebut tidak sepakat dengan hukuman pidana yang dijatuhkan serta dihapusnya kewajiban pembayaran uang pengganti dalam putusan tersebut.

Baca Juga :
Dituntut 18 Tahun, Kubu Kerry Riza Siapkan Pleidoi dan Harap Hakim Memutus Adil

Dalam tuntutannya, jaksa meminta para terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp13,4 triliun. Nilai tersebut terdiri dari kerugian keuangan negara sebesar Rp2,9 triliun dan kerugian perekonomian negara sebesar Rp10,5 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Strategi Rotasi Saham Saat Harga Minyak Mendidih, Cermati Saham Energi dan Big Banks
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Panen Raya Hasil Padi Kalium Humat Bukti Hilirisasi Batubara Dukung Ketahanan Pangan Nasional
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Mendagri Dorong Inovasi Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah Demi Kemandirian Fiskal
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Imigrasi ungkap kronologi penangkapan buronan pembunuhan asal Portugal
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
DPD RI dorong peran masyarakat adat dalam investasi di Teluk Bintuni
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.