Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu momen paling dinantikan umat Islam selama bulan Ramadhan. Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an dan penuh dengan keberkahan serta ampunan dari Allah SWT.
Banyak umat Muslim yang bertanya-tanya kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi, termasuk pada Ramadhan tahun 2026. Namun dalam berbagai penjelasan ulama, tidak ada tanggal pasti yang secara mutlak disebut sebagai malam tersebut.
Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa cara terbaik untuk meraih Lailatul Qadar bukanlah dengan menebak tanggal tertentu, melainkan dengan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Menurutnya, Rasulullah SAW mencontohkan kesungguhan dalam mencari malam yang sangat mulia tersebut dengan fokus beribadah selama sepuluh hari terakhir.
“Nabi sallallahu alaihi wasallam fokus mengejar Lailatul Qadar dengan cara mengikat diri selama 10 hari berturut-turut tidak terkecuali itu dengan ibadah,” ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bahkan melakukan i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari malam Lailatul Qadar.
“Mengikat diri di masjid dengan i’tikaf demi untuk mengejar Lailatul Qadar. Karena dengan kita fokus ke 10 hari itu, maka dipastikan mau genap, mau ganjil kita akan coba fokus beribadah,” jelasnya.
Dengan cara tersebut, peluang untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar menjadi lebih besar dibandingkan hanya menebak-nebak kapan malam tersebut datang.
Selain menjelaskan cara mencarinya, Ustaz Khalid Basalamah juga memaparkan beberapa amalan utama yang dianjurkan dilakukan saat berharap bertemu malam Lailatul Qadar.
Amalan pertama yang paling ditekankan adalah melaksanakan salat malam atau qiyamulail. Salat malam bisa berupa salat tarawih maupun tahajud yang dilakukan setelah tidur.
Menurutnya, kedua ibadah tersebut sangat dianjurkan dan sebaiknya tidak ditinggalkan.
“Yang paling ditekankan sekali adalah Anda salat malam. Apakah itu tarawih atau Anda kerjakan tahajudnya. Walaupun sama-sama qiyamulail, tapi dari dua ini Anda jangan keluput salah satunya,” ujarnya.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, disebutkan bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.




