Kisah Suami Istri di Kudus 23 Tahun Tak Punya WC

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Di tengah hiruk-pikuk pusat Kota Kudus, berjarak 1,6 km dari Alun-alun Simpang Tujuh, Eko Agung (50) dan istrinya Rinawati (46) menjalani kehidupan yang sederhana. Selama 23 tahun terakhir, pasangan suami istri itu hidup tanpa memiliki WC di rumah mereka.

Keduanya hidup di rumah yang dipinjamkan oleh sepupu mereka . Dalam rumah berukuran 8 meter x 6 meter, keduanya berbagi cerita.

Rinawati sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan di tetangganya. Setiap kali ada tetangga yang membutuhkan jasanya, ia segera datang, seperti mencuci atau membersihkan rumah. Penghasilannya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari serta membeli pampers untuk suaminya yang sedang sakit stroke.

Sejak 5 tahun lalu, Eko mengalami stroke. Tangan kanan dan kaki kanannya sempat tak bisa digerakkan. Stroke kembali muncul dan area bibirnya sulit untuk digunakan berbicara. Kondisinya bertambah kurang baik ketika pandangan kedua matanya kabur.

"Kemudian yang terbaru kaki kanan dan kiri tidak dapat digerakkan. Saat ini masih kontrol di rumah sakit dan menjalani fisioterapi," katanya saat ditemui di rumahnya, Senin (9/3).

Mereka memiliki dua anak. Anak pertama sudah bekerja di Semarang. Sedangkan anak keduanya masih bersekolah di salah satu SMK di Semarang.

Tak Punya WC Selama 23 Tahun

Keterbatasan ekonomi membuat Rinawati dan Eko harus menjalani hidup dengan berbagai kekurangan. Salah satu yang paling terasa adalah ketiadaan fasilitas toilet di rumah mereka selama puluhan tahun.

"Sejak 2003 tidak ada toilet. Kalau mau mandi atau buang air besar, saya terkadang nebeng ke rumah ibu saya. Kadang di rumah saudara, WC umum, dan masjid. Kalau suami saya menggunakan pampers," ucapnya.

Tak jarang, Rinawati harus memesan ojek online untuk sekadar mandi dan buang air besar ke rumah ibunya yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari tempat tinggalnya. Sebelumnya, ia juga pernah berjalan kaki untuk mandi di rumah ibunya karena belum memiliki ponsel untuk memesan ojek online.

Sebenarnya pihaknya sudah mengusulkan pembangunan toilet. Namun, usulan tersebut terbentur syarat administrasi sehingga toilet tidak dapat direalisasikan.

"Terkadang nebeng terus itu merasa tidak enak karena menyusahkan orang lain terus," katanya.

Ia juga kerap memesan air isi ulang yang diisikan di dalam galon air mineral. Biasanya ia membeli empat galon seharga Rp 20 ribu atau Rp 5 ribu per masing-masing galon.

"Saya gunakan untuk minum dan mandi di belakang rumah," ujarnya.

Biasanya ia memanfaatkan ruangan dekat dapur untuk mandi. Namun, sebenarnya ruangan itu bukanlah toilet yang representatif. Tak ada tempat untuk buang air besar.

Sementara itu, untuk kebutuhan mencuci pakaian, ia menggunakan jasa laundry. Sedangkan aliran listrik di kediamannya dibantu dari sambungan rumah sepupunya.

"Untuk makan sehari-hari pagi dan siang sejak Oktober 2025 kami dibantu Ponpes Darul Quran Krandon. Kalau saat Ramadan seperti ini berbuka puasanya di masjid," jelasnya.

Ia bersyukur masih mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Bantuan tersebut ia manfaatkan sebaik-baiknya.

Kendati memiliki banyak keterbatasan, ia tetap bersyukur. Menurutnya, masih banyak orang lain yang hidupnya masih di bawahnya.

"Kami bersyukur saja. Seandainya saat ini kami tidak punya rumah tidak apa-apa. Tetapi doa kami anak cucu kami bisa punya rumah sendiri," ucapnya.

Sementara itu, Eko mengatakan saat ini dirinya masih rutin kontrol. Ia kontrol dengan dokter jantung dan dokter syaraf. Biaya kontrol itu dikover BPJS Kesehatan.

Pelayanan fisioterapi juga masih didapatkannya sepekan dua kali, yakni setiap Rabu dan Sabtu. Layanan fisioterapi itu juga dikover BPJS Kesehatan.

"Kaki kiri dan tangan kiri saya awalnya kaku. Setelah menjalani fisioterapi bisa digerakkan sedikit-sedikit," kata Eko.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lindungi Anak, Kemendikdasmen Dukung Pembatasan Medsos Usia di Bawah 16 Tahun
• 12 jam laludisway.id
thumb
Ini Panduan Lengkap Takbiran di Bali Saat Nyepi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Perkuat Kinerja Internal, Dinas Pertanahan Makassar Gelar Rapat Pimpinan Terbatas
• 11 jam laluterkini.id
thumb
Pasien Viral yang Dimasukkan Suami ke RSJ Sempat Kembali untuk Kontrol
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Koops TNI Papua Gelar Bakti Sosial di Kampung Iwaka, Mimika
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.