Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Meditasi gaya baru di Jepang, disebut *coffin-lying*, melibatkan peserta berbaring di peti mati selama 30 menit untuk refleksi.
  • Praktik ini bermula dari sebuah rumah duka di Prefektur Chiba dan bertujuan menenangkan pikiran serta menumbuhkan semangat hidup.
  • Beberapa penyedia layanan di Tokyo menawarkan variasi modern dengan peti mati berwarna dan pilihan relaksasi berbeda untuk mengubah persepsi kematian.

Suara.com - Mental Anda terganggu? Mungkin Anda bisa mencoba meditasi untuk menenangkan pikiran. Cara meditasi yang umum biasanya duduk tenang di tempat nyaman, memejamkan mata, dan berfokus pada napas (tarik-hembus) selama 5-20 menit.

Nah bagaiamana dengan mencoba meditasi gaya baru di Jepang yang akhir-akhir ini sedang tren, meditasi di dalam peti mati.

Ya, Anda tak salah baca, di Jepang akhir-akhir sedang tren meditas di dalam peti yang disebut coffin-lying.

Praktik ini awalnya muncul dari sebuah rumah duka di Prefektur Chiba, namun kini semakin populer di kalangan pencari ketenangan dan pemerhati kesehatan mental.

Dalam praktik tersebut, peserta berbaring di dalam peti mati selama sekitar 30 menit untuk merenungkan kehidupan dan kematian.

Banyak orang mengikuti sesi ini untuk menenangkan pikiran sekaligus merefleksikan makna hidup.

Ilustrasi meditasi (Freepik/jcomp)

“Ini adalah pengalaman meditasi di mana seseorang bisa memandang kehidupan dengan menyadari kematian,” ujar desainer peti mati sekaligus pendiri konsep ini, Mikako Fuse dilansir dari NY Post.

Tren ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental di Jepang. Negara tersebut diketahui mengalami lonjakan angka bunuh diri di kalangan anak muda dalam beberapa tahun terakhir.

Para pelaku bisnis yang menawarkan layanan ini percaya praktik tersebut dapat membantu seseorang menenangkan diri.

Baca Juga: Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang

Meditasi di ruang sempit seperti peti mati dianggap memberi kesempatan untuk menyendiri dan menata pikiran.

“Banyak orang yang mengikuti pengalaman peti mati ini berhasil mengurangi atau bahkan menghilangkan pikiran tentang kematian,” kata Fuse.

Kini berbagai tempat menawarkan pengalaman serupa dengan konsep yang lebih modern.

Salah satunya spa di Tokyo bernama Meiso Kukan Kanoke-in, yang menyediakan peti mati berwarna-warni dengan desain menarik.

Peserta bahkan bisa memilih pengalaman yang diinginkan selama sesi berlangsung.

Mereka dapat memilih peti mati terbuka atau tertutup, mendengarkan musik relaksasi, menonton video di langit-langit, atau menikmati keheningan total.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kalah di Derby Lawan AC Milan, Federico Dimarco Ingatkan Skuad Inter: Scudetto Masih di Tangan Kita!
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Siapkan Benih Jagung Gratis untuk Luas Tanam 1 Juta Hektare
• 50 menit lalukumparan.com
thumb
Duka Keluarga Korban Longsor Bantargebang: Iki…Ayo Pulang, Anak Istri Nungguin
• 2 jam laludisway.id
thumb
700 Ribu Anak RI Alami Gejala Gangguan Mental, Terbanyak Anxiety dan Depresi
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Aksesibel Selama Libur Lebaran 2026
• 9 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.