Bawa Ayam Saat Jalan-jalan Bisa Bikin Stres Anda Berkurang, Profesor Ini Sudah Membuktikan

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Profesor psikologi Kanada, Sonia Kong, University of Northern British Columbia, menggunakan ayam bernama Saturday sebagai hewan pendukung emosional.
  • Ayam berusia 11 bulan ini diadopsi di Prince George, British Columbia, dan membantu Kong mengurangi stres dengan kehadiran serta respons emosionalnya.
  • Kong juga meneliti dampak interaksi hewan peliharaan terhadap perkembangan sosial dan emosional remaja melalui survei internasional.

Suara.com - Seorang profesor psikologi asal Kanada menarik perhatian publik setelah diketahui memiliki hewan pendamping yang tidak biasa.

Ia memiliki seekor ayam sebagai emotional support animal yang menemaninya dalam aktivitas sehari-hari.

Emotional support animal merupakan istilah yang merujuk pada hewan peliharaan yang membantu pemiliknya mengurangi stres, kecemasan, kesepian, atau masalah kesehatan mental hanya dengan kehadirannya.

Profesor tersebut adalah Sonia Kong, dosen di University of Northern British Columbia.

Ayam peliharaannya yang berusia 11 bulan diberi nama Saturday, sesuai hari ketika ia mengadopsinya dari sebuah peternakan di dekat Prince George, British Columbia.

Kong mengaku ayam tersebut memiliki kedekatan emosional yang kuat dengannya. Ia bahkan percaya peliharaannya mampu merasakan perasaan yang sedang dialaminya.

“Saya merasa dia sangat pintar. Dia bisa memahami emosi saya,” kata Kong kepada CBC.

Menurutnya, ayam itu pernah menunjukkan respons saat dirinya sedang sedih. Hal tersebut membuatnya merasa ditemani dan dipahami.

“Ketika saya sedih, dia hanya berbaring di sana dan menatap saya, seperti mencoba memahami apa yang terjadi, seperti bertanya, ‘Kenapa kamu menangis?’ Itu sangat berarti bagi saya,” ujarnya.

Baca Juga: Duduk Perkara Kasus Bibi Kelinci: dari Nabilah O'Brien jadi Tersangka Hingga Berakhir Damai

Agar dapat membawa ayam tersebut bepergian, Kong bahkan membuat popok khusus untuk hewan peliharaannya.

Dengan perlengkapan itu, Saturday bisa ikut menemaninya beraktivitas di sekitar kota.

Di luar kisah unik tersebut, Kong memang sedang melakukan penelitian tentang hubungan manusia dengan hewan peliharaan.

Ia meneliti bagaimana interaksi dengan hewan dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional remaja.

Penelitian itu dilakukan bersama Tracy Wong, asisten profesor dari Chinese University of Hong Kong.

Studi tersebut melibatkan survei internasional terhadap para remaja dari berbagai latar budaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Klaim Kas Cukup, Pastikan Harga BBM Tak Naik!
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Purbaya Buka Opsi Menaikkan BBM Subsidi, Legislator: Hati-Hati Ambil Keputusan
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Jalur Pantura Jabar Diprediksi Sepi Pemudik Lebaran 2026, Ada Apa?
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Atasi Limbah, Menteri LH Didampingi Pilar Tuang 10 Ribu Liter Ecoenzyme ke Sungai di Tangsel
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Pemprov DKI Pastikan Korban Meninggal akibat Tertimpa Longsor Sampah di Bantargebang dapat Santunan
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.