Jakarta, VIVA – Malam Lailatul Qadr merupakan salah satu malam paling istimewa dalam ajaran Islam. Malam yang penuh kemuliaan ini diyakini memiliki keutamaan luar biasa karena nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Lailatul Qadr terjadi pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada periode tersebut. Scroll lebih lanjut yuk!
Keagungan malam ini tidak terlepas dari peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni saat Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Keutamaan malam Lailatul Qadr bahkan disebutkan secara khusus dalam surah Al-Qadr, yang menjelaskan bahwa pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi dengan izin Allah SWT untuk membawa keberkahan dan kedamaian hingga terbitnya fajar.
Karena memiliki keutamaan yang sangat besar, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Alquran, berzikir, serta memanjatkan doa. Diyakini bahwa siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadr dengan keimanan dan keikhlasan akan memperoleh ampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu.
Meski begitu, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadr tidak diketahui secara pasti. Malam tersebut diyakini tersembunyi di antara sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Namun, terdapat sejumlah tanda yang sering disebut dalam berbagai riwayat hadis sebagai petunjuk kemunculan malam penuh kemuliaan tersebut.
"Tanda Al-Qadar yang tersebar dalam referensi hadis-hadis Nabi SAW. Jadi ada suasana satu malam yang terasa bagi sementara orang itu kok enak banget ya. Ada yang menyebutkan dari sini itu tanda yang diberikan oleh Allah ke dalam jiwa kita," kata Ustaz Adi Hidayat, mengutip video YouTube AMPRJCT, Selasa 10 Maret 2026.
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa suasana malam Lailatul Qadr terasa sangat tenang dan damai. Udara pada malam itu tidak terasa terlalu panas maupun terlalu dingin. Langit biasanya tampak cerah dan bersih, tanpa awan tebal ataupun cuaca buruk. Cahaya bulan juga terlihat lebih lembut dan memberikan kesan menenangkan bagi siapa pun yang merasakannya.
Selain itu, tanda lain yang kerap disebut adalah kondisi matahari pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadr. Matahari disebut terbit dengan cahaya yang tidak terlalu menyilaukan, berbeda dari biasanya. Fenomena ini sering dianggap sebagai salah satu pertanda yang disebut dalam berbagai hadis.





