Bisnis.com, MEDAN - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I menemukan masih adanya pedagang yang menjual Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET) dalam inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar di Medan pada Senin (9/3/2026).
Kepala Kantor Wilayah I KPPU Ridho Pamungkas mengatakan harga jual Minyakita di tingkat pedagang di Medan bervariasi. Temuan tim dalam sidak ke Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing hari ini, ada pedagang yang menjual Minyakita hingga Rp18.000 per liter. Sedangkan HET resmi pemerintah Rp15.700 per liter.
"Bervariasi harga jualnya. Pedagang yang dapat pasokan dari Bulog itu menjual di rentang Rp15.700 sampai Rp16.000 per liter. Sedangkan pedagang yang tidak memperoleh pasokan dari jalur tersebut menjual dengan harga lebih tinggi, yakni sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter," ujar Ridho, Senin (9/3/2026).
Ridho mengatakan secara umum kondisi di pasar tradisional masih relatif terkendali dengan harga yang relatif terjangkau.
Sidak KPPU jelang Idulfitri 1447 Hijriah ini juga tak menemukan indikasi adanya gangguan pasokan yang signifikan. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga seperti cabai dan sejumlah produk hortikultura.
"Namun, ada juga beberapa komoditas yang harganya masih di atas harga acuan, seperri ayam potong dan minyak goreng,” tambah Ridho.
Baca Juga
- Bapanas Kaji HET Minyakita Imbas Harga CPO Mahal, Bakal Naik?
- Minyakita Langka di Jatim, Khofifah Sebut Penyalur Tidak Kantongi NIB jadi Biang Keroknya
- Revisi UU Anti Monopoli: Pakar Soroti Pengawasan Usaha BUMN & Peran KPPU
Para pelaku usaha pun diimbau untuk mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya untuk komoditas yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).
“Kami mengingatkan para pedagang agar menjual komoditas sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku. Stabilitas harga sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama selama bulan Ramadan,” ujarnya.
Adapun sidak KPPU jelang Idulfitri 1447 Hijriah ke sejumlah pasar di kota Medan ini juga melibatkan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Sejumlah komoditas pangan strategis yang menjadi perhatian antara lain beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang, gula, serta minyak goreng.
Dari pemantauan lapangan, harga daging ayam ras di Pasar Petisah dan Sei Sikambing tercatat mengalami penurunan dari beberapa waktu sebelumnya meskipun masih di atas harga acuan. Pedagang di kedua pasar menjual daging ayam ras di rentang harga Rp43.000 hingga Rp45.000 per kg, sementara harga acuan pemerintah berada di kisaran Rp40.000 per kg.
Sebaliknya, komoditas hortikultura justru menunjukkan tren penurunan harga. Harga cabai merah tercatat berkisar Rp24.000–Rp28.000 per kg; cabai rawit sekitar Rp28.000–Rp30.000 per kg; bawang merah berada pada kisaran Rp28.000–Rp36.000 per kg; serta bawang putih sekitar Rp30.000–Rp37.000 per kg.
Ridho menyebut penurunan harga komoditas hortikultura dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan yang relatif mencukupi di pasar serta pola konsumsi masyarakat selama Ramadan yang cenderung stabil.
"Meski demikian, pedagang menyebut harga komoditas hortikultura masih berpotensi mengalami fluktuasi menjelang Hari Raya Idulfitri, seiring dinamika pasokan dari daerah sentra produksi," tandasnya.





