Pelatih Timnas Irak Desak FIFA Tunda Laga Play-off Piala Dunia

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pelatih Tim Nasional (Timnas) Irak, Graham Arnold, secara terbuka mendesak FIFA agar segera menunda pertandingan play-off antarkonfederasi. Desakan itu disampaikan menyusul terjebaknya sejumlah pemain dan staf kepelatihan akibat meluasnya konflik perang Iran.

Sesuai jadwal, Irak seharusnya menghadapi pemenang laga antara Suriname atau Bolivia di Monterrey, Meksiko, pada 31 Maret 2026. Namun, penutupan wilayah udara Irak hingga 1 April membuat skuad asuhan Arnold mustahil untuk berkumpul, apalagi terbang menuju lokasi pertandingan.

"Jika pertandingan tetap dilaksanakan di Meksiko, kami menghadapi kesulitan besar untuk keluar dari Baghdad," ujar Arnold, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 10 Maret 2026.

Hambatan itu diperparah dengan komposisi tim yang mayoritas berbasis di dalam negeri. Arnold menjelaskan bahwa sekitar 60 persen pemainnya bermain di liga domestik Irak, seluruh staf pendukung tinggal di Baghdad, sementara tim medis berada di Qatar.

Baca Juga :

FIFA Jamin Keamanan Piala Dunia 2026 di Meksiko Tetap Kondusif
Selain kendala transportasi, pengurusan visa bagi para delegasi juga mengalami kemacetan total. Kondisi darurat itu bahkan telah memaksa tim berjuluk Singa Mesopotamia tersebut membatalkan rencana pemusatan latihan di Amerika Serikat.

"Semua rencana itu kini telah dibatalkan karena kami tidak bisa keluar dari Baghdad," cetus Arnold.

Melihat situasi yang tidak menentu, Arnold meminta kejelasan dan rasa keadilan dari otoritas sepak bola tertinggi dunia.

"FIFA perlu segera mengambil keputusan cepat karena situasi saat ini terasa tidak adil bagi kami dengan segala rintangan yang harus dilalui," sebut Arnold.

Sebagai solusi, ia mengusulkan agar laga antara Suriname dan Bolivia tetap digelar pada 26 Maret. Pemenang dari pertandingan tersebut nantinya akan berhadapan dengan Irak di Amerika Serikat, tepat sebelum putaran final Piala Dunia dimulai pada 11 Juni.

Ilustrasi Piala Dunia. Foto: Dok. FIFA.

"Suriname bisa tetap bermain melawan Bolivia jika kami tidak bisa sampai di sana, dan kami bisa menghadapi pemenangnya sesaat sebelum Piala Dunia. Hal itu memungkinkan kami bersiap dengan layak untuk meraih kesuksesan," ujar Arnold.

Menurutnya, Bolivia dan Suriname tidak memiliki kendala penerbangan sehingga skema itu jauh lebih masuk akal. "Pemenangnya tinggal di sana untuk Piala Dunia, dan yang kalah pulang ke rumah," sambungan.

Di tengah ketidakpastian itu, Arnold mengakui tekanan yang dihadapi sangat berat. "Ini dilakukan selangkah demi selangkah, sangat membuat stres, dan saya melewati banyak malam tanpa tidur karena mengkhawatirkan perencanaan yang tepat," kata Arnold.

Senada dengan sang pelatih, sumber dari Federasi Sepak Bola Irak mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan resmi kepada FIFA. 

"Permintaan Irak diajukan karena delegasi tidak mampu melakukan perjalanan dari ibu kota Baghdad sebagai dampak penutupan wilayah udara dan risiko keamanan yang saat ini melanda kawasan tersebut," ungkap sumber tersebut dikutip dari AFP.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringati Hari Perempuan Internasional, Unicharm Edukasi Kesehatan Reproduksi Siswi di Karawang
• 18 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Mobil India yang Murah dan Pelajaran bagi Industri Nasional Indonesia
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Puan Singgung Biaya Politik Mahal
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Badan Gizi Nasional Respons Temuan Lele Mentah di MBG
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.