2 Pemuda Pennsylvania Hadapi Dakwaan Serius usai Lempar Bom IED di Dekat Rumah Wali Kota New York

mediaindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita

DUA pemuda asal Pennsylvania menghadapi dakwaan serius setelah diduga melempar dua bom rakitan (IED) dalam sebuah aksi protes di dekat kediaman Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, pada Sabtu lalu. Beruntung, perangkat peledak tersebut gagal berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga tidak memakan korban jiwa.

Tersangka diidentifikasi sebagai Emir Balat, 18, dan Ibrahim Kayumi, 19. Keduanya kini mendekam di tahanan federal tanpa jaminan atas tuduhan memberikan dukungan material kepada organisasi teroris dan penggunaan senjata pemusnah massal.

Pengakuan yang Mengerikan

Dalam konferensi pers pada Senin sore, Komisaris NYPD Jessica Tisch mengungkapkan fakta mengejutkan dari rekaman kamera tubuh petugas. Saat Kayumi digiring ke mobil polisi, seseorang di kerumunan bertanya mengapa ia melakukan hal tersebut.

Baca juga : Bom Rakitan Guncang Protes di Rumah Wali Kota New York, Pelaku Mengaku Terinspirasi ISIS

"Kayumi menjawab dengan satu kata: 'ISIS'," ujar Tisch.

Setelah mendapatkan hak Miranda, Kayumi mengakui dirinya sering menonton propaganda ISIS di ponselnya dan tindakan tersebut sebagian besar terinspirasi oleh kelompok ekstremis tersebut. Sementara itu, Balat menyatakan dalam mobil polisi bahwa tindakannya adalah bentuk pembelaan terhadap agamanya.

"Ini bukan agama yang hanya diam saat orang membicarakan nama suci Nabi. Kami mengambil tindakan... Jika saya tidak melakukannya, orang lain akan datang dan melakukannya," ucap Balat sebagaimana dikutip dalam dokumen pengadilan.

Baca juga : Polisi Turki Amankan 115 Terduga Anggota ISIS, Gagalkan Rencana Teror Natal dan Tahun Baru

Yang lebih mengerikan, Balat memberitahu pihak berwenang bahwa ia ingin melakukan sesuatu yang "lebih besar" dari pengeboman Boston Marathon yang menewaskan tiga orang.

Detasemen Bom dan Bukti di Lapangan

Dua IED yang ditemukan dibungkus lakban hitam, berisi baut, sekrup, dan sumbu hobi. Analisis awal menunjukkan salah satu perangkat mengandung TATP, bahan peledak rakitan yang sangat tidak stabil dan mematikan.

"Hasil tes pendahuluan menentukan bahwa ini bukan perangkat palsu atau bom asap. Ini adalah perangkat peledak improvisasi yang bisa menyebabkan cedera serius atau kematian," tegas Tisch.

Wakil Komisaris Intelijen dan Kontraterorisme NYPD, Rebecca Weiner, menambahkan bahwa jika perangkat tersebut berfungsi sesuai rencana, ledakan tersebut akan menyebabkan kehancuran besar.

Kronologi Kejadian

Kericuhan bermula dari protes anti-Islam yang diorganisir oleh seorang provokator sayap kanan di tengah bulan suci Ramadan. Aksi tersebut dihadapi sekitar 125 pengunjuk rasa tandingan. Di tengah ketegangan itulah, kedua tersangka yang datang dari Pennsylvania menggunakan jembatan George Washington melempar perangkat peledak ke arah kerumunan.

Wali Kota Zohran Mamdani, yang merupakan wali kota Muslim pertama di New York, tidak berada di lokasi saat kejadian. Ia mengutuk keras aksi tersebut.

"Departemen kepolisian telah menentukan bahwa ini adalah bom rakitan yang dibuat untuk melukai, cacat, atau lebih buruk lagi," kata Mamdani. "Siapa pun yang datang ke New York City untuk membawa kekerasan ke jalanan kami akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum."

Latar Belakang Tersangka

Meskipun didakwa dengan pasal terorisme, pengacara Balat, Mehdi Essmidi, menyatakan kliennya adalah seorang siswa sekolah menengah yang tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya. Keluarga Balat dikabarkan sangat terkejut dan bersikap kooperatif dengan pihak berwenang.

Saat ini, New York berada dalam status waspada tinggi. Gubernur Kathy Hochul telah mengerahkan lebih dari 1.000 anggota Garda Nasional untuk menjaga lokasi-lokasi kritis di seluruh kota guna mengantisipasi ancaman keamanan lebih lanjut. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Nilai Pembatasan Medsos untuk Anak Akan Bawa Kebaikan: Banyak yang Kecanduan Gadget
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
BPJPH Perkuat Kompetensi Penyelia Halal Lewat Peningkatan Mutu
• 22 jam laludetik.com
thumb
THR Ojol 2026 Resmi Cair Jelang Lebaran, Ini Besaran, Syarat, dan Jadwal Bonus Hari Raya untuk Driver
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Minyak Melonjak, Prabowo Sebut Singkong dan Jagung Bisa Gantikan BBM
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kabar Gembira! Kapolda Riau Buka Bengkel Gratis Khusus Ojol di Mako Brimob
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.