Bisnis.com, PALEMBANG — Momentum libur Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan bagi pelaku usaha biro perjalanan wisata di Sumatra Selatan (Sumsel).
Ketua DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumsel Feby Yoland Effendy mengatakan libur Idulfitri memang selalu menjadi salah satu periode dengan potensi pariwisata yang cukup tinggi.
Hal ini dipicu oleh pergerakan masyarakat, baik yang kembali ke kampung halaman atau mudik, serta yang mengunjungi suatu wilayah untuk berwisata.
"Karena masyarakat yang pulang kampung juga biasanya memanfaatkan waktu untuk sekalian berwisata bersama keluarga," ujar Feby Yoland Effendy kepada Bisnis, Senin (9/3/2026).
Namun demikian, momentum itu dinilai belum memberikan efek yang besar bagi keuntungan para pelaku usaha di bidang travel tahun ini.
Pasalnya, mayoritas wisatawan maupun pemudik memilih untuk mengurus sendiri rencana perjalanan wisatanya, dibanding mengambil paket komplet yang disediakan travel agent dengan harga terjangkau.
Baca Juga
- Temuan Sidak Pasar KPPU di Medan, Harga Minyakita di Atas HET
- Biznet Ekspansi di Palembang, Bidik Tambah 20.000 Homepass Tahun Ini
- BPS Sumut Minta Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026
Seperti di tahun ini, sekitar H-11 Lebaran, pihaknya belum menerima adanya laporan resmi mengenai jumlah pemudik maupun wisatawan yang memesan paket wisata untuk libur lebaran.
"Kalau untuk yang pesan (paket wisata) libur lebaran belum ada laporannya. Tetapi sudah cukup banyak yang bertanya mengenai paket wisata short trip di Palembang dan sekitarnya," kata dia.
Oleh karena itu, sebagai strategi memanfaatkan momen Lebaran tahun ini, ASITA Sumsel juga menyediakan pelayanan yang lebih fleksibel, tidak hanya berupa paket wisata lengkap.
"Pelayanannya sesuai kebutuhan mereka. Misalnya, hanya transportasi mobil saja, hanya hotel saja, atau hanya destinasi wisata saja. Karena untuk pelayanan wisata ini sebenarnya keuntungan tidak terlalu besar," jelas Feby.
Dia menambahkan, masing-masing biro perjalanan wisata di Sumsel juga telah mempromosikan paket wisata dari jauh-jauh hari sebelum libur Lebaran datang.
Paket yang ditawarkan antara lain city tour di Kota Palembang, dan tour ke sejumlah daerah di Sumsel, seperti Pagar Alam dan Danau Ranau.
"Kami selalu siapkan paket wisata terutama edisi lebaran dan di tahun ini juga menyediakan bundling dengan paket health tourism," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi menyebut pergerakan masyarakat ke wilayah Sumsel selama angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 3,85 juta orang.
Arus lalu lintas yang keluar-masuk wilayah Sumsel diprediksi cukup tinggi, sejalan dengan posisi dari Bumi Sriwijaya yang sangat strategis sebagai simpul utama pergerakan di koridor tengah Pulau Sumatra.
"Bisa saja pergerakan masyarakat menggunakan jalur darat melalui Jalan Lintas Timur atau jalan tol, serta jalur lain seperti udara, kereta api, dan jalur lain seperti Pelabuhan yang terhubung dengan Bangka Belitung, maupun yang menyeberang di Merak Bakaheuni," jelasnya.





