Harga Minyak Dunia Tembus US$110 per Barel untuk Pertama Kalinya Sejak 2022, Efek Perang Iran Mulai Hantam Harga Energi Global

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Harga minyak dunia kembali memanas setelah menembus US$110 per barel pada Senin, level yang belum pernah terjadi sejak tahun 2022. Lonjakan harga energi ini dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang mengganggu produksi serta distribusi energi global.

Kenaikan harga minyak dunia tersebut langsung memicu kekhawatiran luas terhadap stabilitas ekonomi global. Dampak paling cepat terasa adalah naiknya harga bahan bakar, biaya transportasi, hingga potensi lonjakan inflasi di berbagai negara.

Para ekonom menilai jika konflik terus berlangsung, harga minyak dunia berpotensi tetap tinggi dalam waktu lama dan menimbulkan tekanan besar terhadap harga energi, logistik, hingga harga pangan.

Gregory Daco, kepala ekonom dari EY-Parthenon, menilai konflik yang berlarut-larut akan memperbesar guncangan terhadap perekonomian global.

“Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar guncangan yang akan dirasakan oleh ekonomi,” ujarnya.

Harga Bahan Bakar Langsung Naik di Berbagai Wilayah

Kenaikan harga minyak dunia langsung berdampak pada harga bahan bakar seperti bensin, solar, dan avtur yang semuanya berasal dari minyak mentah.

Ketika harga minyak dunia naik, biaya produksi bahan bakar otomatis ikut meningkat. Hal ini membuat harga bensin di berbagai wilayah mengalami lonjakan.

Di Amerika Serikat, rata-rata harga bensin reguler tercatat mencapai US$3,48 per galon, naik dari sekitar US$2,98 per galon sebelum konflik pecah. Artinya, harga bensin telah melonjak sekitar 17 persen sejak serangan militer terhadap Iran dimulai.

Namun harga tersebut tidak merata di semua wilayah.

Beberapa contoh harga bensin di negara bagian Amerika Serikat:

  • California: sekitar US$5,20 per galon

  • Louisiana: sekitar US$3,04 per galon

Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh faktor produksi dan kapasitas kilang minyak di masing-masing wilayah.

Wilayah yang memiliki produksi minyak dan kilang sendiri cenderung memiliki harga bahan bakar lebih stabil dibanding daerah yang bergantung pada impor energi.

Harga Diesel Ikut Melonjak, Biaya Logistik Terancam Naik

Tidak hanya bensin, harga diesel juga mengalami lonjakan tajam. Solar yang menjadi bahan bakar utama kendaraan logistik kini menjadi salah satu sektor yang paling terdampak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua DPR Soroti Perintah Siaga 1, Minta Komisi I Tanya TNI
• 7 jam laludetik.com
thumb
Stafsus Komdigi Raline Shah Ingatkan Bahaya Judi Online bagi Generasi Muda di Medan
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Viral Wanita Dinarasikan Dirawat Paksa Suami ke RSJ, Ini Penjelasan Pihak RS
• 19 jam laludetik.com
thumb
BRIN Temukan Spesies Baru Keong Dayangmerindu, Hanya Ada di Sumatera Selatan
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Pemkot Malang Siapkan Kanal Pengaduan Program Makan Bergizi Gratis untuk Perkuat Pengawasan Kualitas Makanan Siswa
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.