IHSG Rebound, Simak Saham-Saham Penopangnya

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Saham-saham big cap milik konglomerasi dan bank besar menjadi motor penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (10/3/2026).

IHSG Rebound, Simak Saham-Saham Penopangnya. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham-saham big cap milik konglomerasi dan bank besar menjadi motor penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (10/3/2026), di tengah pasar yang masih bergerak sangat volatil setelah tekanan tajam dalam dua sesi sebelumnya.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.59 WIB IHSG masih menguat 1,33 persen ke level 7.434,74, setelah sempat melonjak gap up 2,03 persen pada awal perdagangan.

Baca Juga:
Laba Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun di Februari 2026

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,69 triliun dengan volume perdagangan 16,44 miliar saham.

Sebanyak 533 saham menguat, 183 saham melemah, dan 241 saham lainnya bergerak stagnan, mencerminkan pergerakan pasar yang masih dinamis di tengah volatilitas tinggi.

Baca Juga:
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.894 per Dolar AS, Sentimen Iran dan Harga Minyak Membayangi

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang berada dalam lingkar bisnis Grup Bakrie-Salim memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 7,28 persen ke level Rp810 per unit.

Di belakangnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Grup Sinarmas menguat 3,79 persen ke Rp75.975 per unit, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang juga terafiliasi dengan jaringan bisnis Salim Group naik 3,51 persen ke Rp5.900 per unit.

Baca Juga:
Iran Bantah Perang Segera Usai, Akan Terus Blokade Aliran Minyak

Saham konglomerasi lain juga turut menopang indeks. PT Astra International Tbk (ASII) dari Grup Astra menguat 3,42 persen ke Rp6.050, sedangkan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) milik taipan Prajogo Pangestu naik 2,33 persen ke Rp1.535.

Dari sektor perbankan, dua bank jumbo ikut menjadi motor penguatan indeks. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 1,87 persen ke Rp4.910, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,82 persen ke Rp7.000.

Selain itu, saham batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), juga ikut menguat sekitar 1,69 persen ke Rp12.050.

Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai, pasar merespons positif pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut bahwa perang melawan Iran sudah “very complete, pretty much” dan memberi sinyal bahwa operasi militer kemungkinan tidak akan berlangsung lama.

Pernyataan tersebut langsung memicu optimisme di pasar global. Saham-saham di Amerika Serikat (AS) alias Wall Street menguat karena investor mulai mengantisipasi potensi de-eskalasi konflik geopolitik.

Di saat yang sama, harga minyak dunia turun tajam ke sekitar USD86 per barel, setelah sebelumnya sempat melonjak di atas USD110 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

BRI Danareksa menilai pasar mulai memperhitungkan (priced-in) skenario de-eskalasi geopolitik, sehingga tekanan terhadap inflasi energi dan volatilitas pasar global berpotensi mereda dalam jangka pendek. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JK: Masjid Pusat Peradaban dan Persatuan Umat
• 12 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Mengabaikan Sama dengan Melupakan
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman dan Rumah Komisioner, Apa yang Disita?
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Menguat ke Level Rp 16.892 per Dolar AS
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kapal Tanker Yunani Tembus Selat Hormuz di Tengah Ancaman Iran, Bawa 1 Juta Barel Minyak Saudi
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.