JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mengonfirmasi bahwa Indonesia tengah menjalani kerja sama terkait sistem rudal BrahMos dengan India.
Hal tersebut menyusul pernyataan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Romeo S Brawner Jr, yang menyebut di depan media massa bahwa Indonesia telah memulai kerja sama dengan India soal sistem rudal BrahMos.
“Indonesia memang menjalin kerja sama dengan India dalam penguatan teknologi dan industri pertahanan, termasuk terkait sistem rudal BrahMos untuk mendukung kemampuan coastal defence,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (10/3/2025).
Baca juga: Wamenhan Tegaskan Indonesia Belum Beli Rudal BrahMos dari India
Kendati demikian, Rico menegaskan bahwa rincian kontrak maupun jumlah atau operasionalisasi sistem tersebut merupakan informasi kontraktual yang tidak dipublikasikan secara terbuka.
“Untuk perkembangan lebih lanjut terkait jumlah unit, nantinya akan kami informasikan pada kesempatan berikutnya,” kata dia.
Sebelumnya, akun X @ANI mengunggah video pernyataan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Romeo S Brawner Jr, terkait pembelian sistem rudal BrahMos.
Baca juga: Indonesia-India Jajaki Kerja Sama Teknologi Rudal BrahMos
Dalam video tersebut, Brawner menyebut Filipina merupakan negara pertama yang membeli sistem rudal BrahMos.
Ia juga mengatakan Indonesia telah membeli sistem yang sama dari India.
“Saya bisa mengatakan bahwa kami puas dengan pembelian tersebut, dan kami berharap dapat melakukan lebih banyak kerja sama bisnis dengan India,” kata Brawner.
Ia menambahkan, India kini memainkan peran yang semakin besar di kawasan Indo-Pasifik, khususnya dalam menjaga keamanan kawasan.
Baca juga: Wamenhan: Keadaan Indonesia Masih Aman
Brawner juga mengungkapkan bahwa tahun lalu ia bertemu dengan Kepala Staf Pertahanan India, Jenderal Anil Chauhan, dan meminta India mengirim kapal perang ke Filipina untuk pelayaran bersama dalam operasi kebebasan navigasi.
Empat bulan kemudian, India mengirim empat kapal ke Filipina.
Menurut Brawner, langkah itu penting untuk memperkuat keamanan kawasan, sekaligus menunjukkan semakin banyaknya mitra yang bekerja sama mendorong tatanan internasional berbasis aturan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




