Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan produk pangan yang beredar di Lotte Grosir Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, aman untuk dikonsumsi masyarakat menjelang Idul Fitri 2026 setelah dilakukan pengawasan langsung pada Senin 9 Maret 2026.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menjelaskan pengawasan tersebut dilakukan karena terjadi peningkatan intensitas penjualan dan konsumsi pangan masyarakat pada periode menjelang Lebaran.
Taruna mengatakan, "Kegiatan pengawasan ini kami lakukan karena pada periode ini intensitas penjualan dan konsumsi pangan masyarakat meningkat cukup tinggi,".
BPOM Uji 40 Sampel Produk PanganDalam kegiatan tersebut BPOM melakukan pengujian terhadap puluhan sampel produk pangan yang beredar di lokasi menggunakan mobil laboratorium keliling.
Pengujian dilakukan terhadap 40 sampel produk yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti pengawet berbahaya dan zat pewarna yang dilarang.
Taruna menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan produk yang diperiksa telah memenuhi berbagai ketentuan keamanan pangan.
Ia mengatakan, "Dari hasil pemeriksaan hari ini terhadap berbagai macam produk, secara umum sudah sesuai ketentuan, memenuhi syarat sanitasi, kebersihan (hygiene), standar label, kemasan, izin edar, dan kedaluwarsa,".
Hasil pengujian juga menunjukkan seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Taruna menyampaikan bahwa seluruh sampel tidak mengandung bahan berbahaya.
Ia mengatakan, "Alhamdulillah, dari 40 sampel yang kami uji hasilnya negatif dari bahan berbahaya. Termasuk kerupuk yang sempat kami curigai, hasilnya juga negatif dari zat pewarna Rhodamin B,".
Pengawasan tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan BPOM secara serentak di seluruh Indonesia setiap hari dengan dua metode pengawasan.
Metode pertama dilakukan secara acak dan tersembunyi.
Metode kedua dilakukan melalui pemeriksaan resmi secara langsung di lapangan.
Pemprov DKI Apresiasi Pengawasan BPOMKegiatan pengawasan tersebut turut melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Salah satu pejabat yang hadir adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto.
Uus menyampaikan apresiasi terhadap langkah BPOM yang melakukan pengawasan langsung untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.
Ia mengatakan, "Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kami menyambut baik kegiatan ini. Saat ini merupakan masa yang rawan karena kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat menjelang Idul Fitri,".
Berdasarkan hasil pengecekan terhadap sekitar 79 produk pangan dalam kegiatan tersebut, seluruhnya juga dinyatakan negatif dari kandungan formalin.
Menurut Uus, pengawasan pangan seperti ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Ia mengatakan, "Kami berharap kegiatan pengawasan ini terus dilakukan di berbagai tempat sehingga masyarakat Jakarta mendapatkan perlindungan dan kepastian bahwa pangan yang beredar aman dan sehat,".
BPOM Temukan Takjil Mengandung Rhodamin B di Lokasi LainSebelumnya Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jakarta menemukan adanya makanan yang mengandung bahan berbahaya di sentra takjil Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Dalam pemeriksaan di lokasi tersebut ditemukan dua jenis makanan yang mengandung pewarna tekstil Rhodamin B.
Dua makanan tersebut adalah kue mangkok dan bolu kukus.
Kepala Balai Besar POM Jakarta Sofiyani Chandrawati menjelaskan temuan tersebut kepada wartawan.
Ia mengatakan, "Jadi dari 65 sampel total yang diuji itu ada dua yang mengandung rhodamin. Ini kue mangkok dan bolu kukus ya,".
Setelah terbukti mengandung bahan kimia berbahaya, dagangan pedagang terkait langsung ditarik dari etalase.
Produk tersebut kemudian diamankan untuk dimusnahkan.
Sofiyani mengatakan, "Jadi ini tadi udah di-take out (ambil) dari etalasenya ini untuk dimusnahkan,".
BPOM juga akan menelusuri rantai distribusi makanan tersebut untuk mencari pemasok utamanya.
Penelusuran dilakukan untuk memutus distribusi produk yang mengandung bahan berbahaya.
Sofiyani mengatakan, "Kami tentu menelusuri lebih lanjut di mana penjual, pedagang besarnya. Tujuannya untuk memutus rantai distribusinya,".




