Korlantas Polri: Kesiapan Mudik Lebaran Sudah 100%

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Korlantas Polri memastikan seluruh instrumen pengamanan dan rekayasa lalu lintas untuk periode Mudik Lebaran tahun ini telah mencapai finalisasi 100%. Otoritas kini bersiap melakukan operasi all out guna mempertahankan capaian positif dari tahun sebelumnya.

Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto, menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi pelaksanaan operasi pengamanan mudik Lebaran 2025. Realisasi kinerja tersebut yang kini menjadi benchmark Korlantas Polri untuk dilaksanakan pada tahun ini.

”Kami sudah melakukan beberapa kajian, termasuk dengan hasil survei evaluasi pelaksanaan operasi-operasi sebelumnya 2025. Kami harus bisa mempertahankan ini,” katanya kepada Bisnis dalam acara pelepasan Jelajah Lebaran 2026 Bisnis Indonesia, Selasa (10/3/2026).

Hingga saat ini, Korlantas Polri belum menetapkan daerah-daerah khusus yang diprediksi bakal menjadi titik keramaian selama periode mudik ini. Prianto menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya berupaya untuk memecah kemacetan di berbagai daerah.

Hal itu pula yang membuat upaya rekayasa lalu lintas bakal dilakukan sesuai dengan data real time di lapangan. Namun, Korlantas Polri telah menyiapkan beberapa skema rekayasa lalu lintas, seperti contra flow hingga one way.

”Itu semua harus sesuai dengan kenyataan di lapangan. Kalau memang membeludak, kami akan melakukan itu [rekayasa lalu lintas]. Kami ada contra flow, one way lokal, one way sepenggal, dan one way nasional. Jadi semua tahapan itu sudah kami persiapkan, tinggal kami melihat situasi pada saat itu,” tegasnya.

Korlantas Polri juga telah menyiapkan sedikitnya 26 pos pelayanan dalam persiapan mudik Lebaran 2026. Pos tersebut akan ditempatkan di daerah dengan prediksi rawan kemacetan hingga rawan kebencanaan.

Prianto belum dapat merinci jumlah personel yang akan diterjunkan dalam operasi pengamanan mudik Lebaran 2026. Dia menerangkan, sedikitnya terdapat ratusan personel yang diterjunkan. Dengan begitu, dia memastikan persiapan arus mudik Lebaran 2026 telah mencapai 100%.

”Sudah [100%] karena tanggal 13 kami sudah mulai operasi ketupat. Kami sudah all out 100%, kami siap,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, menurut survei yang dilakukan Kemenhub dan pihak terkait, perkiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang. 

Pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta).

Sedangkan dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta). 

Pada level kabupaten-kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten Bekasi. Sedangkan tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah.  

Daerah asal pergerakan masyarakat Jabodetabek terbesar adalah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Sementara itu, provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah. Kemenhub mencatat moda transportasi yang akan paling dominan digunakan adalah mobil pribadi sebanyak 76,24 juta orang, disusul sepeda motor (24,08 juta orang) dan bus (23,34 juta orang). 

Untuk jalur yang digunakan, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol sebesar 50,63 juta orang, dan untuk pengguna sepeda motor mayoritas memilih jalur alternatif selain jalur utama yaitu sebesar 8,65 juta orang. 

Berikutnya adalah perkiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan Lebaran 2026, di antaranya stasiun asal terpadat adalah Stasiun Pasar Senen yang akan dipadati oleh 2,38 juta orang dan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu sebesar 867.000 orang.  

Bandara asal terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta yang diproyeksikan dipadati oleh 2,13 juta orang dan bandara tujuan terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 1,05 juta orang.  

Terminal asal terpadat adalah Terminal Pulo Gebang sebesar 2,31 juta orang dan terminal tujuan terpadat adalah Terminal Tirtonadi sebesar 1,44 juta orang.  

Pelabuhan asal terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 214.000 orang, dan pelabuhan tujuan terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 158.000 orang. Kemudian, lintas penyeberangan terpadat adalah Penyeberangan Merak – Bakauheuni sebesar 6,06 juta orang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPOM Peringatkan Bahaya Penyalahgunaan Tramadol, Bisa Picu Efek High-Halusinasi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kota Kecil Ini Dinobatkan Sebagai Destinasi Paling Ramah di Asia
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Lebaran, Pedagang Bandung Keluhkan Lonjakan Harga Daging, Beras, dan Cabai 
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Duduk Perkara Kasus Bibi Kelinci: dari Nabilah O'Brien jadi Tersangka Hingga Berakhir Damai
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Harga Emas Dunia Tergelincir di Tengah Penguatan Dolar AS
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.