Ekspor China ke Amerika Serikat (AS) turun 11 persen pada Januari-Februari 2026. Merosotnya ekspor itu karena terpukul oleh tarif yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.
Diberitakan AFP, berdasarkan data Pemerintah China menunjukkan pengiriman ke AS mencapai USD 67,24 miliar pada dua bulan pertama tahun ini. Pada periode yang sama tahun lalu, ekspor China ke AS menyentuh angka USD 75,56 miliar.
Meski ke AS turun, China mencatat pertumbuhan perdagangan pada Januari-Februari 2026 melampaui perkiraan. Perdagangan China melonjak seperlima pada periode tersebut, naik secara signifikan.
Ekspor ke Uni Eropa melonjak 27,8 persen. Sementara ekspor ke Asean naik 29,2 persen.
Angka resmi untuk dua bulan pertama tahun ini biasanya digabungkan untuk memperhitungkan distorsi yang timbul dari libur Tahun Baru Imlek. Capaiannya dinilai menunjukkan awal yang kuat untuk 2026, sebelum perang pecah di Timur Tengah.
Administrasi Umum Bea Cukai China mencatat ekspor pada periode Januari-Februari 2026 naik 21,8 persen secara year on year (yoy), lebih tinggi dari perkiraan 7,2 persen dalam survei ekonom Bloomberg.
Impor melonjak 19,8 persen, juga jauh lebih tinggi dari perkiraan 7 persen dalam survei Bloomberg. Lonjakan impor ini mengikuti data resmi pada hari Senin yang menunjukkan harga konsumen naik dengan laju tercepat dalam tiga tahun.





