JAKARTA, DISWAY.ID -- Pelaku pembunuhan terhadap Ermanto Usman (65), pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT) akhirnya dibekuk.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim membenarkan penangkapan tersebut. Namun, ia belum merinci identitas maupun jumlah pelaku yang telah diamankan.
"Benar mas," katanya kepada awak media, Selasa 10 Maret 2026.
BACA JUGA:Sosok yang Paksa Wawancara Istri Ermanto di RS Diungkap Rieke Diah Pitaloka: Ini Indikasinya Gak Benar!
BACA JUGA:Polisi Kesulitan Lacak Pelaku Pembunuhan Ermanto Usman: TKP Sepi Saksi dan CCTV Minim
Saat dimintai keterangan lebih lanjut terkait identitas pelaku dan keterlibatan pihak lain, Abdul Rahim hanya menyampaikan bahwa informasi detail akan disampaikan kemudian. “Nanti ya,” ujarnya singkat.
Diketahui, Ermanto Usman ditemukan tewas di rumahnya yang berada di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi pada Senin (2/3) dini hari.
Polisi menduga peristiwa tersebut bermula dari aksi perampokan di rumah korban. Saat kejadian, jasad Ermanto ditemukan tergeletak di kamar. Sementara istrinya yang berinisial P (60) ditemukan dalam kondisi kritis.
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad, mengatakan kasus ini pertama kali terungkap setelah anak korban merasa curiga karena tidak dibangunkan untuk sahur.
BACA JUGA:Tak Ada CCTV di Rumah Ermanto Usman, Tetangga: Nggak Ada, Pelaku Kabur Lewat Belakang
BACA JUGA:Janggalnya Kematian Ermanto Usman di Bekasi Penuh Misteri, Keluarga Korban: Dua Mobil Masih Ada
Biasanya sang ibu selalu membangunkan menjelang waktu sahur. Namun hingga alarm berbunyi sekitar pukul 04.00 WIB, tidak ada yang datang membangunkan.
Merasa ada yang tidak beres, anak korban kemudian turun dari kamar dan mendapati kondisi rumah masih gelap. Kedua orang tuanya juga tidak menjawab ketika dipanggil.
Ia lalu mencoba membuka pintu kamar orang tuanya, tetapi mendapati pintu tersebut sudah dalam kondisi rusak. Bersama anggota keluarga lainnya, mereka akhirnya membuka paksa jendela kamar untuk masuk.
"Saat itulah kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak. Ayahnya berinisial EU (65) ditemukan meninggal dunia dan istrinya berinisial P (60) dalam kondisi kritis," ujarnya.





