2 Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Teluk Arab, Tunggu Selat Hormuz Aman

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan rantai pasok dan distribusi energi tetap solid meski dua kapal tanker miliknya masih terjebak di area konflik Timur Tengah.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan, dari empat unit kapal milik PIS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik. Dua kapal itu yakni PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon.

Sementara itu, dua unit kapal yang masih beroperasi di kawasan Timur Tengah yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Kedua kapal itu masih berada di Teluk Arab. 

"Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman," ucap Vega melalui keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).

Dia menjelaskan, Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

"Selain kapal-kapal tersebut, rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya," jelas Vega.

Berkoordinasi dengan pemerintah, Pertamina Group menerapkan metode regular, alternative and emergency dalam menentukan metode rantai pasok yang paling efektif dan aman untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan memastikan distribusi berjalan lancar. 

PIS, kata Vega, terus melakukan pemantauan intensif 24 jam secara real-time terhadap seluruh posisi armada, kru dan pekerja. 

"Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa," imbuhnya.

Vega menambahkan bahwa di tengah situasi yang sangat dinamis dan sensitif ini, pihaknya memohon doa serta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. 

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, evakuasi kapal tanker Pertamina telah dibahas bersama Pertamina dalam rapat koordinasi. Pemerintah tengah mengupayakan langkah diplomasi agar kedua kapal dapat segera keluar dari area terdampak. 

“Menyangkut dengan dua kapal yang dari Selat Hormuz yang sekarang lagi balik, tadi juga dibahas oleh Pertamina. Kita lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di ESDM, Selasa (3/3/2026). 

Menurut dia, jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz memang mengalami gangguan akibat dinamika konflik di kawasan tersebut. Kondisi ini berdampak pada arus distribusi minyak mentah dan produk energi global, termasuk pengiriman yang menuju Indonesia.

Baca Juga

  • Pertamina Masih Berupaya Evakuasi 2 Kapal Tanker dari Selat Hormuz
  • Pemerintah Tempuh Diplomasi Keluarkan 2 Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
  • Perang Iran-Israel, 2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Area Teluk

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas Saber Bapanas Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Papua Barat
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Falsafah Baja Masyarakat Banjar untuk Mental Pantang Menyerah
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tangisan Keluarga Cari Sopir Truk Hilang dalam Sampah Longsor di TPST Bantargebang
• 12 jam lalukompas.com
thumb
THR Pensiunan 2026 Cair, Awas Modus Penipuan! Taspen: Abaikan Link Mencurigakan
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Satgas PRR Percepat Huntara dan Salurkan DTH, Strategi Kunci Relokasi Pengungsi
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.