Grafolog Sebut Surat Kakak yang Tinggalkan Bayi di Pasar Minggu Ditulis Satu Orang

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Grafolog Gusti Aju Dewi menyebutkan, surat yang ada bersama bayi yang ditelantarkan di gerobak nasi uduk wilayah Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ditulis oleh satu orang.

Meski demikian, Gusti melihat sejumlah perubahan tekanan dan gaya tulisan dalam surat tersebut.

“Saya menemukan perubahan kecil dalam dokumen tersebut, namun tidak ada indikator grafis yang menunjukkan bahwa ada penulis yang berbeda,” jelas Gusti kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Dikeluhkan Bising oleh Warga, Pengelola Lapangan Padel di Condet Tambah Peredam Suara

Ia menjelaskan, perubahan gaya tulisan umumnya disebabkan oleh perubahan emosi, kecepatan penulisan, kelelahan, atau perubahan posisi tangan saat menulis.

Menurut analisis Gusti, tulisan dalam surat tersebut memang memiliki karakteristik seperti tulisan anak berusia 10 hingga 13 tahun.

Karakteristik itu antara lain ritme tulisan yang tidak stabil, jarak antar kata dan huruf yang tidak konsisten, kemiringan tulisan yang berubah-ubah, serta tekanan pena yang tidak selalu stabil.

Namun, dia menegaskan bahwa tulisan dengan karakteristik itu bisa dimiliki orang dewasa yang tidak terbiasa menulis.

“Contohnya seseorang yang sejak kecil jarang menulis atau lebih banyak melakukan pekerjaan fisik yang menggunakan otot besar dapat memiliki tulisan yang terlihat kurang terlatih, meskipun usianya sudah dewasa,” jelas Gusti.

Lebih lanjut, Gusti mengatakan bahwa satu dokumen tulisan tak dapat menyimpulkan usia seseorang.

Baca juga: Mobil Terbakar di Mampang Bukan karena Petasan, Dipicu Kertas yang Dibakar Anak-anak

Untuk menganalisis tulisan secara lebih akurat, diperlukan pendekatan multidisiplin serta adanya tulisan pembanding dari orang yang sama.

Sebelumnya diberitakan, seorang bayi berbalut baju dan selimut biru ditemukan dalam tas belanja warna hitam di atas gerobak nasi uduk di ujung gang sempit Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).

Mulanya, suara tangis bayi terdengar oleh warga bernama Dinda (20) yang sedang berada di lantai dua rumahnya.

Ia pun mencari sumber suara dan menemukan tas belanja berisi bayi beserta perlengkapannya.

Lantas Dinda memanggil ibunya untuk mengamankan bayi tersebut ke dalam rumah sebelum memanggil pihak yang berwajib.

“Kemudian saksi cek ke dalam tas belanja tersebut melihat seorang bayi perempuan dalam posisi miring memakai pakaian boneka beruang warna biru dan diselimuti baby blanket,” kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela dalam keterangannya, Selasa.

Baca juga: Kisah Pekerja yang Tak Pernah Menikmati THR Sendiri: Saya Percaya Kalkulator Tuhan

Bersama bayi itu, ditemukan susu bayi kemasan kotak merah, tisu basah, sarung tangan biru, dan secarik kertas.

Pada kertas dituliskan bahwa bayi itu telah diberi nama dengan inisial AR yang baru lahir pada Senin (2/3/2026) lalu.

Surat itu ditulis oleh diduga kakaknya yang berinisial Z (12) yang mengatakan bahwa ibu mereka sudah meninggal.

Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan, tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, Terima kasih,” tertulis pada kertas itu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selanjutnya, bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu untuk menerima perawatan medis. Kini bayi tersebut dalam penanganan Panti Sosial Asuhan Anak Tunas Bangsa di Cipinang, Jakarta Timur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Dilempar Petasan Warga, Kios Diduga Jual Tramadol di Pasar Reo Digerebek Polisi
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Fahri Hamzah Dorong Daerah Kurangi Ketergantungan Pada Sektor Tambang
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Okupansi Tiket Mudik DAMRI Tembus 57%, Kursi Ini yang Masih Tersedia
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wanita di Depok Ditemukan Tinggal Tulang, Sempat Usir Suami Siri Empat Bulan Lalu
• 23 jam lalukompas.com
thumb
KPPU Buka Investigasi Dugaan Kartel Tiket Pesawat Jelang Lebaran
• 9 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.