JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Timur menggerebek sejumlah kios yang diduga menjual obat keras jenis Tramadol di wilayah Pasar Rebo, Jaktim, Senin (9/3/2026) malam.
Sebelumnya, kios tersebut sempat dilempari petasan oleh warga karena aktivitasnya menjual obat-obatan tersebut.
"Polres Metro Jakarta Timur melakukan pengecekan langsung dugaan penjualan obat keras jenis Tramadol yang berkedok kios pulsa dan kosmetik di tiga lokasi kios yang berada di wilayah Kelurahan Pekayon dan Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal melalui keterangan, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Alasan Warga Lempar Petasan ke Toko Diduga Jual Tramadol, Kesal Laporan Dicuekin
Alfian menjelaskan, berdasarkan keterangan pemilik kontrakan, kios tersebut telah beroperasi sekitar enam bulan.
Namun, dua hari sebelum penggerebekan, toko tersebut telah tutup, sehingga tak ada pelaku yang ditangkap.
"Kios yang diduga menjual obat keras tersebut telah tutup selama dua hari, tepatnya sejak Sabtu, 7 Maret 2026, setelah beredar video viral di media sosial terkait penyerangan petasan oleh orang tak dikenal ke arah kios tersebut," ungkapnya.
Adapun dari penggerebekan yang disaksikan oleh ketua RT dan pemilik kontrakan itu, polisi mengamankan ratusan butir obat keras.
"Dari salah satu kios yang berada di Jalan Lestari, petugas berhasil mengamankan sejumlah obat-obatan, di antaranya 15 papan atau 150 butir obat jenis Trihexyphenidyl, serta 250 butir obat kuning yang diduga Tramadol," tutur Alfian.
Alfian menambahkan, seluruh barang bukti tersebut diamankan polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga Masih mengejar pelaku penjualan obat keras.
Sebelumnya, warga melempar petasan ke toko yang diduga menjual tramadol di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Aksi tersebut dilakukan karena warga menganggap laporan mereka ke polisi tidak pernah ditanggapi.
Baca juga: Polisi Tindaklanjuti Toko Diduga Jual Tramadol di Pasar Rebo yang Dilempar Petasan
Akbar (bukan nama sebenarnya), perekam video pelemparan petasan itu, menyebut warga kesal karena setelah berulang kali melapor terkait adanya penjualan tramadol, tapi belum ada tindak lanjut.
"Kami atas inisiatif sendiri kak menggunakan petasan. Lapor polisi enggak didengar, habis didatangi seminggu kemudian buka lagi. Makanya kami lempari petasan," ucap Akbar saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, banyak warga mengaku resah dengan dugaan penjualan tramadol di wilayah tersebut. Ia kerap menerima pengaduan dari warga melalui pesan singkat
"Atas keresahan warga sekitar. Mereka menyampaikan keluh kesah mereka melalui DM. Pas kita lempar petasan, (orang di toko) lari semua," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




