- Pemprov DKI Jakarta mengoperasikan bertahap RDF Plant Rorotan sebagai antisipasi penumpukan sampah pasca longsor Bantargebang.
- RDF Plant Rorotan mulai berkapasitas 300 ton per hari, ditargetkan mencapai 1000 ton per hari secara bertahap.
- Integrasi fasilitas lain diharapkan mampu menangani total 6.700 hingga 7.150 ton sampah harian Jakarta.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengoperasikan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan secara bertahap guna mengantisipasi penumpukan sampah imbas proses pemulihan sebagian zona setelah longsor di TPST Bantargebang.
Langkah strategis ini diambil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk menjaga stabilitas sistem pengelolaan limbah di ibu kota agar tetap berjalan optimal.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan pengoperasian RDF Plant Rorotan menjadi bagian dari strategi cepat Pemprov DKI untuk memastikan layanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal.
“RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari, dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian akan ditingkatkan 1000 ton per hari,” ujar Asep dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
DLH DKI Jakarta juga mengoptimalkan fasilitas RDF Plant Bantargebang yang memiliki kemampuan olah hingga 800 ton per hari.
Pemanfaatan teknologi juga diperkuat melalui fasilitas PLTSa Merah Putih yang menyumbang kapasitas pengolahan sampah sekitar 100 ton setiap harinya.
Asep menegaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga layanan publik tetap berjalan, sekaligus mempercepat pemulihan operasional di TPST Bantargebang.
Upaya akselerasi ini diharapkan mampu memitigasi risiko gangguan kebersihan lingkungan di wilayah Jakarta selama masa darurat di Bantargebang berlangsung.
“Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini,” ucap Asep.
Baca Juga: Pemprov DKI Targetkan Pemulihan TPST Bantargebang dalam Sepekan
Pelayanan pembuangan sampah di TPST Bantargebang sendiri saat ini tetap berjalan melalui Zona 1, Zona 2, dan Zona 5.
Ketiga zona yang masih aktif tersebut memiliki daya tampung kolektif mencapai sekitar 4.000 ton sampah per hari.
Melalui integrasi berbagai fasilitas pengolahan tersebut, total sampah warga Jakarta yang dapat tertangani hingga akhir pekan ini diperkirakan mencapai 6.700 hingga 7.150 ton per hari.
Sementara itu, area yang terdampak langsung oleh bencana longsor, yakni Zona 4 Besar, masih dalam proses perapihan oleh petugas terkait.




