Puncak Serangan AS ke Iran Dimulai Hari Ini

tvrinews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Washington DC

Menteri Pertahanan Pete Hegseth Sebut Operasi Militer Selasa Ini Memasuki Fase Paling Intensif.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa rangkaian serangan udara AS terhadap Iran akan memasuki fase yang paling intensif pada hari ini selasa 10 Maret 2026 waktu setempat.

Dalam konferensi pers di Pentagon, Hegseth menegaskan bahwa militer AS mengerahkan kekuatan udara penuh untuk menekan stabilitas pertahanan Teheran.

"Hari ini akan menjadi yang paling intens. Kami mengerahkan jumlah jet tempur, pesawat pengebom, dan volume serangan terbanyak dibandingkan hari-hari sebelumnya," ujar Hegseth kepada awak media di Pentagon.

Meskipun intensitas serangan udara meningkat, Hegseth mencatat adanya penurunan aktivitas balasan dari pihak lawan. Menurut data Pentagon, Iran melepaskan jumlah rudal paling sedikit dalam periode 24 jam terakhir sejak konflik ini pecah.

Dampak Kemanusiaan di Teheran

Kondisi di ibu kota Iran dilaporkan kian mencekam. Warga Teheran yang dihubungi oleh koresponden internasional melaporkan kerusakan infrastruktur sipil yang signifikan akibat serangan gabungan AS dan Israel.

"Mereka menyerang dengan sangat keras tadi malam. Di dalam rumah kami, yang terlihat hanyalah retakan besar pada dinding. Tidur telah menjadi hal yang paling sulit dilakukan saat ini," ungkap salah satu warga Teheran kepada BBC News.

Pernyataan Trump dan Reaksi Pasar

Di Washington, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan optimistis mengenai jalannya operasi militer ini. Pada hari Senin, Trump mengklaim bahwa progres perang berjalan jauh lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

"Perang ini berjalan jauh di depan jadwal. Hampir selesai, sangat tuntas," ujar Trump.

Pernyataan tersebut secara mengejutkan memberikan pengaruh pada pasar energi global. Harga minyak mentah dunia, yang sebelumnya sempat melonjak melampaui $100 per barel pada awal pekan, kini terkoreksi turun mendekati level $90 setelah komentar Presiden tersebut dirilis.

Namun, koresponden senior Anthony Zurcher mencatat adanya ambiguitas dalam pernyataan sang Presiden. Menurut pengamatannya, Trump cenderung tidak memberikan rincian teknis yang jelas saat didesak oleh awak media mengenai definisi "tuntas" yang ia maksud.

Menanggapi eskalasi di Timur Tengah, Inggris mulai menggerakkan aset militernya sebagai langkah antisipasi kemanusiaan dan keamanan. 

Pemerintah Inggris menyatakan telah menyiagakan kapal angkut logistik Angkatan Laut, RFA Lyme Bay. Kapal tersebut dipersiapkan untuk dikirim ke wilayah Mediterania Timur jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk misi bantuan atau evakuasi di kawasan tersebut.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Disebut Jadi Tempat Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Begini Analisis Pakar UGM
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Mahfud MD Paparkan Solusi Atasi Kekosongan Kepala Daerah, Pemilu Sela hingga Perpanjangan Jabatan?
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Praperadilan Ditolak PN Jaksel, Status Tersangka Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Sah!
• 2 jam laludisway.id
thumb
Komisi VI DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Dampak Geopolitik Global terhadap Pasokan dan Harga BBM Nasional
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Strategi swasembada energi Presiden Prabowo, kelapa sawit potensi jadi pengganti BBM impor
• 15 jam lalubrilio.net
Berhasil disimpan.