Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang boros tidak hanya berdampak pada pengeluaran bulanan rumah tangga, tetapi juga mempengaruhi biaya operasional bagi sektor usaha, khususnya di bidang logistik dan transportasi yang memiliki wilayah operasional luas.
Dalam banyak kasus, boros BBM justru dipicu oleh kebiasaan berkendara yang kurang tepat. Gaya berkendara seperti membuka gas secara tiba-tiba, mempertahankan putaran mesin tinggi, hingga sering melakukan akselerasi dan pengereman berulang dapat membuat mesin bekerja lebih berat dari seharusnya.
Gaya Berkendara yang Bikin Boros BBM
Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan bahwa gaya berkendara memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar kendaraan.
Menurutnya, gaya berkendara sangat mempengaruhi efisiensi penggunaan bahan bakar. Ketika kendaraan digunakan secara agresif atau terlalu sering melakukan akselerasi dan pengereman, mesin membutuhkan energi lebih besar sehingga bahan bakar yang dibakar juga meningkat.
Berikut sejumlah kebiasaan berkendara yang sering dilakukan tanpa disadari dan dapat membuat kendaraan menjadi boros BBM.
1. Mengemudi Terlalu CepatBerkendara terlalu cepat membuat mesin harus menghasilkan tenaga lebih besar untuk mempertahankan kecepatan kendaraan. Ketika kendaraan melaju kencang, kendaraan harus menghadapi hambatan udara yang lebih besar. Hambatan tersebut meningkatkan tekanan pada sistem aerodinamis kendaraan sehingga mesin perlu bekerja lebih keras untuk mengatasinya. Kondisi ini menyebabkan mesin membutuhkan bahan bakar lebih banyak.
Selain itu, kecepatan tinggi biasanya disertai dengan putaran mesin atau RPM yang tinggi. Ketika putaran mesin meningkat, pembakaran bahan bakar juga menjadi lebih intens. Akibatnya, konsumsi bahan bakar meningkat dibandingkan ketika kendaraan dikendarai dengan kecepatan yang stabil dan moderat.
2. Berkendara Terlalu LambatSelain kecepatan tinggi, berkendara terlalu lambat juga dapat menyebabkan kendaraan menjadi boros BBM. Banyak pengendara tidak menyadari bahwa kecepatan yang terlalu rendah juga dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar.
Pada kendaraan dengan transmisi otomatis, kecepatan yang terlalu lambat dapat membuat sistem transmisi berpindah ke gigi yang lebih rendah. Perpindahan ini menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan tenaga kendaraan.
Akibatnya, mesin akan membakar bahan bakar lebih banyak dibandingkan kondisi kecepatan yang optimal. Karena itu, menjaga kecepatan kendaraan pada tingkat yang stabil dan sesuai dengan kondisi jalan menjadi salah satu cara untuk menghemat bahan bakar.
3. Tarikan Gas Terlalu CepatKebiasaan menginjak gas secara mendadak juga menjadi penyebab utama kendaraan boros BBM. Ketika pedal gas ditekan secara tiba-tiba, mesin akan langsung menerima suplai bahan bakar dalam jumlah besar.
Hal ini terjadi karena sistem pembakaran mesin harus segera menghasilkan tenaga tambahan untuk meningkatkan kecepatan kendaraan. Akibatnya, bahan bakar yang masuk ke ruang pembakaran menjadi lebih banyak dari kebutuhan normal.
Gaya berkendara yang agresif dengan akselerasi mendadak sering kali membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Oleh karena itu, banyak kendaraan masa kini dilengkapi dengan fitur cruise control yang dapat membantu menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien.
4. Terlalu Sering Menginjak RemKebiasaan mengerem terlalu sering juga dapat membuat kendaraan menjadi boros BBM. Saat pengendara menginjak rem, kendaraan akan kehilangan kecepatan yang sebelumnya dihasilkan oleh tenaga mesin.
Ketika kendaraan kehilangan kecepatan, mesin harus kembali menghasilkan tenaga tambahan agar kendaraan dapat bergerak lebih cepat. Proses ini membutuhkan pembakaran bahan bakar sehingga konsumsi BBM menjadi lebih besar.
Situasi ini sering terjadi ketika pengendara berkendara terlalu dekat dengan kendaraan lain atau tidak menjaga jarak aman di jalan. Akibatnya, pengendara harus sering mengerem dan kembali mempercepat kendaraan.
5. Menggunakan Bahan Bakar yang Tidak TepatPenggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan juga dapat menyebabkan boros BBM. Setiap kendaraan memiliki rasio kompresi mesin yang dirancang untuk jenis bahan bakar tertentu.
Jika kendaraan menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrikan, proses pembakaran di dalam mesin dapat menjadi tidak sempurna. Kondisi ini menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan.
Akibatnya, konsumsi bahan bakar meningkat dan performa kendaraan dapat menurun. Dalam jangka panjang, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai juga dapat meningkatkan risiko kerusakan mesin.
Karena itu, penggunaan BBM dengan nilai Research Octane Number atau RON yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan sangat dianjurkan.




