Jakarta, tvOnenews.com – Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris mendesak pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat cadangan minyak nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global, terutama akibat konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia yang pada akhirnya bisa berdampak pada kondisi energi di dalam negeri.
Andi menilai pemerintah perlu melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan produksi minyak nasional. Termasuk mengoptimalkan sumur-sumur yang sudah ada serta membuka ruang pengelolaan bagi sumur minyak rakyat yang memiliki potensi produksi.
“Sumur-sumur rakyat yang memiliki potensi sebaiknya diberi ruang pengelolaan yang jelas agar bisa berkontribusi pada cadangan minyak nasional,” kata Andi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Legislator dari Fraksi PAN itu juga menekankan pentingnya peran kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam meningkatkan produksi di sektor hulu migas.
Karena itu, pemerintah diminta mendorong para KKKS mempercepat program pengembangan untuk mengoptimalkan produksi dari sumur yang ada.
Ia juga menilai pemanfaatan teknologi perlu diperkuat agar produksi minyak, termasuk dari sumur tua, dapat ditingkatkan.
“Teknologi seperti enhanced oil recovery perlu terus didorong agar sumur-sumur tua tetap produktif dan mampu menambah pasokan minyak nasional,” ujarnya.
Andi mengingatkan langkah tersebut menjadi penting karena Indonesia masih memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap impor minyak.
Sementara produksi minyak nasional hingga akhir 2025 masih berada di kisaran 605 ribu barel per hari.
“Ketersediaan minyak harus benar-benar dijaga, karena jika pasokan terganggu dan harga BBM naik, dampaknya akan langsung terasa pada harga pangan dan berbagai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (rpi/rpi)



