Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk bekerja keras menjaga perdamaian sebagai bagian dari tugas utama dalam memimpin Indonesia.
Prabowo mengatakan sebagai Kepala Negara, ia memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, ras, maupun agama.
"Apapun sukunya, apapun rasnya, apapun agamanya, harus dilindungi, harus dijaga, harus diurus, harus dirawat, harus dibina. Karena itu, yang terutama yang saya sadari adalah bekerja dengan sangat keras untuk menjaga perdamaian," ujar Prabowo dalam Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Istana Negara, Selasa malam.
Ia menyebut menjaga perdamaian menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahannya.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjaga hubungan persahabatan dengan seluruh negara di dunia serta menghormati semua kekuatan global, baik negara besar maupun kecil.
Menurutnya, prinsip itu merupakan jalan yang telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa serta sejalan dengan ajaran berbagai agama yang menekankan pentingnya perdamaian.
Meski begitu, Prabowo menekankan bahwa menjaga perdamaian tidak cukup hanya dengan doa atau harapan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kerja keras untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.
Selain itu, Prabowo menilai bahwa upaya menghapus kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan rakyat merupakan bagian penting dari menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.
"Tentunya menjaga perdamaian itu tidak dengan cara hanya berdoa dan berharap, tapi juga dengan ikhtiar, dengan kerja keras mencapai kesejahteraan dan keadilan," kata Prabowo.
Baca juga: Prabowo tegaskan Indonesia bersahabat dengan semua kekuatan dunia
Baca juga: Juara MTQ internasional tampil di Istana, Prabowo beri apresiasi
Baca juga: Presiden RFEF: Finalissima berpotensi dipindahkan dari Qatar ke Eropa
Prabowo mengatakan sebagai Kepala Negara, ia memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, ras, maupun agama.
"Apapun sukunya, apapun rasnya, apapun agamanya, harus dilindungi, harus dijaga, harus diurus, harus dirawat, harus dibina. Karena itu, yang terutama yang saya sadari adalah bekerja dengan sangat keras untuk menjaga perdamaian," ujar Prabowo dalam Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Istana Negara, Selasa malam.
Ia menyebut menjaga perdamaian menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahannya.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjaga hubungan persahabatan dengan seluruh negara di dunia serta menghormati semua kekuatan global, baik negara besar maupun kecil.
Menurutnya, prinsip itu merupakan jalan yang telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa serta sejalan dengan ajaran berbagai agama yang menekankan pentingnya perdamaian.
Meski begitu, Prabowo menekankan bahwa menjaga perdamaian tidak cukup hanya dengan doa atau harapan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kerja keras untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.
Selain itu, Prabowo menilai bahwa upaya menghapus kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan rakyat merupakan bagian penting dari menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.
"Tentunya menjaga perdamaian itu tidak dengan cara hanya berdoa dan berharap, tapi juga dengan ikhtiar, dengan kerja keras mencapai kesejahteraan dan keadilan," kata Prabowo.
Baca juga: Prabowo tegaskan Indonesia bersahabat dengan semua kekuatan dunia
Baca juga: Juara MTQ internasional tampil di Istana, Prabowo beri apresiasi
Baca juga: Presiden RFEF: Finalissima berpotensi dipindahkan dari Qatar ke Eropa





