REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Garda Revolusi Iran mengumumkan pelaksanaan gelombang baru serangan militer terhadap target-target Amerika dan Israel.
Mereka menegaskan operasinya tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan dan membuatnya menyesal.
Baca Juga
Ini Data Kerugian Militer AS Dampak Perangi Iran Menurut Versi Resmi Pentagon
Hizbullah Kejutkan Israel dengan Serangan Mematikan, Terungkap Ini Senjata yang Digunakan
Trump Ingin Akhiri Perang, Pakar Militer: AS Telah Gagal dalam Perang Iran
Garda Revolusi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (9/3/2026) malam mereka telah meluncurkan gelombang ke-32 dari operasi "Janji Sejati 4" terhadap sasaran-sasaran di wilayah yang diduduki dengan menggunakan rudal "Qadr" dan "Khoramshahr".
Televisi Iran menyiarkan cuplikan yang menurutnya mendokumentasikan peluncuran gelombang ini terhadap sasaran-sasaran di utara dan tengah wilayah yang diduduki.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pada saat yang sama, komandan pasukan udara Garda Revolusi, Brigjen Majid Mousavi, menegaskan serangan akan terus berlanjut sebagai balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel.
"Yakinlah bahwa serangan terhadap musuh tidak akan berhenti sedetik pun," kata dia dikutip dari Aljazeera, Selasa (10/3/2026).
Mousavi melanjutkan, "Mulai sekarang, kami tidak akan meluncurkan rudal dengan hulu ledak yang beratnya kurang dari satu ton."
"Frekuensi peluncuran dan tingkat gelombang akan menjadi lebih tinggi dan jangkauannya akan semakin luas," ujar dia.
Dalam pernyataan sebelumnya, Pengawal Revolusi berbicara tentang gelombang serangan ke-31 pada Ahad malam.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)