Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar, menyebut pihaknya tengah mempersiapkan beragam skenario keberangkatan jemaah haji Indonesia di tengah perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
Dipersiapkannya skenario ini sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang mengutamakan keselamatan jemaah.
"Jadi petunjuk Presiden, siapkan berbagai skenario. Orientasi utamanya adalah memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menunaikan haji nanti bulan April," kata Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/2).
Dia memaparkan sejumlah skenario yang disiapkan pihaknya. Pertama, skenario terkait rute penerbangan yang aman.
"Keamanan penerbangannya, maka kita siapkan rute penerbangannya berubah misalnya. Kan ada, ada rute yang berbeda, misalnya lewat jalur selatan, kemudian ada lewat Afrika," ucap dia.
Kemudian, Dahnil melanjutkan, ada juga skenario penundaan keberangkatan jemaah jika konflik semakin tereskalasi.
"Nah kemudian skenarionya ya seperti COVID misalnya yang lalu, kalau kemudian membahayakan jemaah misalnya dan membahayakan keselamatan, maka skenario untuk menunda bisa jadi muncul," jelas dia.
Adapun sesuai jadwal, keberangkatan pertama jemaah haji asal Indonesia diagendakan pada pertengahan April 2026. Tahun ini total 221.000 jemaah haji Indonesia akan berangkat ke tanah suci untuk beribadah.





