JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan sekitar 2.000 jemaah umrah asal Indonesia sempat tertahan di Arab Saudi. Jemaah umrah mengalami kendala kepulangan akibat masalah penerbangan yang disebabkan perang Amerika Serikat (AS)-Israel di Iran.
Dahnil mengaku belum mendapatkan informasi terbaru mengenai para WNI yang terdampar di Arab Saudi. Namun, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI itu menyatakan sebagian jemaah yang sempat tertahan telah pulang ke Indonesia.
"Yang sempat terjebak itu saya nggak tahu persis datanya, belum ada update, tapi terakhir kan sudah kembali karena ada stranded kan terdampar, itu ada sekitar 2.000-an yang berangkat," kata Dahnil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.
Baca Juga: Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi, Kemenlu Turunkan Tim Pemantau 24 Jam di Dua Bandara
Politikus Partai Gerindra itu menyatakan, jemaah umrah yang mesti tertunda kepulangannya adalah penumpang penerbangan tidak langsung.
“Tadinya, rata-rata yang ter-stranded atau tergagal pulang itu rata-rata karena pesawatnya transit," kata Dahnil dikutip Antara.
Selain faktor penerbangan, Dahnil menyebut mahalnya harga tiket juga menimbulkan kendala sebagian jemaah pulang ke Tanah Air.
Akibat tingginya harga tiket, Dahnil menyatakan sejumlah jemaah mesti menunggu untuk sementara waktu hingga harga tiket pesawat kembali terjangkau.
"Kemudian harga tiketnya mahal, akhirnya mereka terpaksa banyak yang terhenti sementara di sana untuk mencari tiket yang bisa dijangkau," kata Dahnil.
Pemerintah pun disebutnya terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait serta maskapai penerbangan untuk mengantisipasi kendala pada perjalanan jemaah umrah ke depannya.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- dahnil anzar simanjutak
- wakil menteri haji
- jemaah umrah terdampar
- dampak perang iran
- penutupan penerbangan





