Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan 33 Juta KPM

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Distribusi beras dan minyak goreng dipercepat guna menjaga daya beli masyarakat menjelang Idulfitri 1447 H.

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog resmi memulai pendistribusian besar-besaran bantuan pangan bagi 33,2 juta warga berpenghasilan rendah di seluruh tanah air. 

Hal ini diambil sebagai instrumen pengaman sosial sekaligus upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026.

Hingga pekan pertama Maret, program ambisius dengan alokasi anggaran mencapai Rp11,92 triliun ini telah mulai menjangkau ribuan penerima manfaat. 

Data terbaru per 9 Maret menunjukkan sebanyak 68.540 kilogram beras dan 13.708 liter minyak goreng telah tersalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah.

Baca Juga: Harga Minyak Melejit, APBN 2026 Masih Aman

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, menegaskan bahwa percepatan distribusi menjadi prioritas utama mengingat hari raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh dalam sepuluh hari ke depan.

"Sesuai arahan Presiden, bantuan pangan ini akan terus digelontorkan untuk meringankan beban masyarakat, terutama saat momentum perayaan Idulfitri," ujar Rachmi dalam keterangan resminya, yang dikutip Rabu 11 Maret 2026.

Intervensi Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Penyaluran bantuan ini telah menyasar sejumlah provinsi kunci, termasuk Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan. Di tingkat daerah, intervensi ini disambut positif sebagai alat kendali inflasi.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyatakan bahwa paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk jatah dua bulan tersebut sangat krusial bagi stabilitas harga di pasar lokal. 

"Ini langkah tepat waktu untuk menjaga kestabilan inflasi dan sangat bermanfaat bagi kebutuhan konsumsi harian warga menjelang Lebaran," jelas Bagus.

Secara makro, kebijakan ini didesain untuk memperkuat daya beli rumah tangga yang menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen sepanjang tahun 2025, dengan performa triwulan IV mencapai angka 5,39 persen level tertinggi sejak era pandemi.

Kepastian Administrasi dan Logistik

Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan bahwa seluruh kendala birokrasi telah diselesaikan guna menjamin kelancaran di lapangan.

"Saya telah menandatangani dokumen untuk 33,2 juta penerima. Ini adalah amanah Presiden demi meringankan beban saudara-saudara kita di bulan Ramadan. Semua proses administrasi sudah rampung," tegas Amran.

Dalam skema penyaluran kali ini, Provinsi Jawa Barat mencatatkan jumlah penerima terbesar dengan lebih dari 6 juta jiwa, disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak mendapatkan alokasi bulanan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.

Dengan cakupan nasional yang luas, Bulog diproyeksikan akan menyalurkan total 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng dalam periode penyaluran ganda ini.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PTBA Panen Raya Padi Kalium Humat di Muara Enim
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ketika Gamis ‘Bini Orang’ yang Ramai Diburu Menjelang Lebaran Hanya Jadi Tren Singkat
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Ramadhan Jadi Momentum Dorong Ekonomi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Freya JKT48 Resmi Laporkan Dugaan Penyalahgunaan AI ke Polres Jakarta Selatan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Rustini Muhaimin sapa dan bantu korban tanah bergerak di Tegal
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.