Saat anak kecil mulai belajar puasa, banyak orang tua merasa bangga. Ya, Moms tak sedikit juga yang membagikan momen tersebut karena melihat si kecil mampu menahan lapar dan haus hingga waktu berbuka.
Namun di sisi lain, muncul pertanyaan yang cukup sering dibicarakan. Apakah anak kecil yang berpuasa seharian aman untuk kesehatannya, atau justru berisiko bagi tubuh mereka yang masih dalam masa tumbuh kembang?
Bolehkah Anak Kecil Berpuasa?Dokter spesialis anak, dr. Reza Abdussalam, SpA, menjelaskan bahwa dalam pandangan agama, kewajiban berpuasa sebenarnya baru berlaku ketika anak memasuki masa pubertas atau akil balig.
“Pada anak perempuan biasanya sekitar usia 8–13 tahun, sedangkan anak laki-laki sekitar 9–14 tahun,” jelasnya pada kumparan beberapa waktu lalu.
Meski begitu, menurut dr. Reza, anak tetap boleh mulai diperkenalkan pada puasa lebih awal sebagai proses belajar. Idealnya, latihan puasa bisa dimulai secara bertahap pada usia sekitar 5–7 tahun, Moms.
Karena di usia ini, anak belum harus menjalani puasa penuh. Orang tua dapat mengajarkan secara perlahan, misalnya berpuasa setengah hari atau beberapa jam terlebih dahulu.
Namun, ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan jika anak di bawah usia 7 tahun menjalani puasa terlalu lama. Salah satunya adalah risiko hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah.
dr. Reza menjelaskan, ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama beberapa jam, otak akan mengambil cadangan gula dari hati. Namun pada anak kecil, cadangan gula ini masih terbatas sehingga bisa menyebabkan penurunan gula darah secara drastis.
“Anak bisa menjadi sangat mengantuk, penurunan kesadaran, bahkan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan kejang,” ujarnya.
Selain itu, puasa juga dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit. Jika anak mengalami dehidrasi, mereka bisa merasa lemas, pusing, bahkan berisiko pingsan.
“Karena itu, jika anak terlihat lemas, berat badan menurun, atau nafsu makannya berkurang, orang tua sebaiknya menunda latihan puasa hingga kondisi tubuh anak lebih siap,” tambahnya.
dr. Reza juga mengingatkan bahwa proses belajar puasa pada anak sebaiknya dilakukan tanpa paksaan dan tanpa membandingkan dengan anak lain.
“Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda, sehingga peran orang tua sangat penting untuk memperhatikan kondisi dan kesiapan tubuh si kecil,” tutup dr. Reza.





