AS Tenggelamkan 16 Kapal Penyebar Ranjau Milik Iran di Selat Hormuz

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komando Pusat Militer AS (United States Central Command/CENTCOM)  mengumumkan telah menenggelamkan beberapa kapal Iran, termasuk 16 kapal penyebar ranjau yang beroperasi di sekitar Selat Hormuz. Tindakan ini menyusul perintah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk menyingkirkan ranjau-ranjau tersebut. 

"Kami ingin ranjau itu disingkirkan, segera!", tulis Trump dalam unggahan Truth Social dikutip dari CNBC Internsional, Rabu, 11 Maret 2026.

Baca Juga :
AS-Israel Dikabarkan Ingin Rebut Pulau Kharg, Pusat Ekspor 90 Persen Minyak Iran
Iran Yakinkan Turki Tak Pernah Luncurkan Rudal ke Ankara, Waspada Ulah Israel

Trump memperingatkan dugaan penempatan ranjau di jalur pelayaran Selat Hormuz maka Iran akan menghadapi konsekuensi militer yang dahsyat.  Trump juga menegaskan, jika ranjau benar-benar telah dipasang di kawasan itu, maka Iran harus segera mencabutnya.

“Jika karena alasan apa pun ranjau telah ditempatkan dan tidak segera diangkat, maka konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya. Namun jika mereka mencabutnya, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar,” ujar Trump.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Photo :
  • CNBC Internasional

Trump mengklaim telah menenggelamkan 10 kapal penebar ranjau seraya mengatakan bahwa operasi militer tersebut masih bisa berlanjut.

Sejumlah media asing melaporkan Iran mulai menempatkan sejumlah ranjau di sekitar perairan Selat Hormuz meski dalam jumlah terbatas. Melansir dari CNN Internasional, jumlah ranjau yang 'ditanam' Iran diperkirakan mencapai puluhan yang sudah dipasang dalam beberapa hari terakhir.

Iran mengatakan masih memiliki lebih dari 80 persen armada kapal kecil dan kapal penyebar ranjau. Sehingga secara teoritis masih mampu menempatkan ratusan ranjau tambahan di kawasan tersebut.

Sejumlah analis keamanan menilai penggunaan ranjau laut dapat menjadi strategi efektif bagi Iran untuk menekan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut. Selain menimbulkan kerusakan langsung pada kapal, ancaman ranjau juga dapat meningkatkan biaya asuransi dan membuat kapal-kapal enggan melintasi Teluk Persia.

Pusat kajian keamanan Robert Strauss Center for International Security and Law menyebut ranjau digunakan Iran sebagai 'alat pencegah' guna memaksa kapal melewati jalur tertentu yang lebih menguntungkan bagi Teheran.

Sebagaimana diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia. Wilayah yang terletak di antara Iran dan Oman itu dilalui sekitar 13 juta barel minyak mentah per hari pada 2025. 

Baca Juga :
Pejabat AS: Iran Diduga Mulai Tebar Ranjau Laut di Selat Hormuz
Rupiah Menguat di Tengah Kekhawatiran Tergerusnya Cadang Devisa RI Imbas Perang Iran-AS
Iran Ancam Hadang Ekspor Minyak dari Timur Tengah ke AS-Israel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FKUI kembangkan metode diagnostik genetik untuk solusi penyakit langka
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Iran Tangkap Puluhan Terduga Mata-Mata Israel dan Amerika Serikat (AS)
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo Serahkan JKK Meninggal Rp272 Juta dan Beasiswa Rp158 Juta
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Ibu Hamil Mau Mudik Lebaran? Simak Cara Praktis Agar Tetap Aman
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Sejumlah Toko Parsel di Surabaya Panen Pesanan Menjelang Lebaran
• 26 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.