Banyuwangi, tvOnenews.com – Sembilan hari jelang Idul Fitri, penyeberangan lintas Jawa-Bali masih landai, Rabu (11/03). Belum terjadi lonjakan kendaraan maupun penumpang dari Pelabuhan Ketapang – Banyuwangi maupun dari Gilimanuk – Bali.
Sejumlah kendaraan logistik terpantau mendominasi area parkir Pelabuhan Ketapang. Begitupun dengan kendaraan yang keluar dari kapal. Mayoritas adalah kendaraan logistik dengan sebagian kecil kendaraan penumpang dan roda dua.
Data ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang menunjukkan, rata-rata jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali periode 7 hingga 9 Maret mencapai 4677 kendaraan per hari. Sementara jumlah penumpang rata-rata 15.779 orang per hari.
Sementara dari arah sebaliknya pada periode yang sama, jumlah kendaraan yang menyeberang rata-rata 6401 orang per hari. Sementara jumlah penumpang rata-rata 19.503 orang per hari.
“Arus kendaraan yang masuk masih mengalir dengan lancar dan rata-rata masih dalam kondisi normal," kata GM ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko.
Pihaknya memprediksi, lonjakan pemudik akan terjadi mulai 14 -17 Maret mendatang. Sebab pada 18-20 Maret, Pelabuhan Ketapang akan ditutup 48 jam untuk menghormati umat Hindu di Bali yang melakukan Nyepi.
"Kemungkinan peningkatan kendaraan akan terjadi sekitar tanggal 14 Maret, baik dari arah Jawa menuju Bali maupun sebaliknya," ucap Arief.
Untuk memitigasi antrean, ASDP menyiapkan beberapa skenario, salah satunya penyediaan buffer zone di Watudodol dan Bulusan.
"Selain itu kami juga bekerja sama dengan dinas terkait yang memiliki beberapa lokasi cadangan apabila kondisi antrean menjadi ekstrem. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengaturan lalu lintas di jalan," tambahnya.
Total kapal yang tersedia sebanyak 55 unit. Dari sisi armada kapal, ASDP bekerja sama dengan BPTD dan KSOP untuk memaksimalkan operasional kapal yang ada. (hoa/hen)




