REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen Ramadan hingga Lebaran selalu menjadi musim penuh harapan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di berbagai daerah, termasuk wilayah sekitar tambang. Lonjakan permintaan pada periode ini membuat produk-produk dengan kearifan lokal semakin dicari.
Selain membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan naik kelas. Momen Ramadan dan Lebaran juga menjadi penanda perjalanan panjang dalam membangun usaha dari skala kecil hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
- BNI Bawa 10 UMKM Binaan Tampil di Dhawafest Pesona 2026
- Menkop Dorong UMKM Isi 4.000 Produk Gerai Ritel Kopdes Merah Putih
- Berawal dari Jahit Sendiri, UMKM Mitra Binaan Pertamina Sukses Bangun Bisnis Mukena Shokha
Salah satunya dirasakan oleh Hera (53 tahun), pemilik merek Mirrando dari Bangka Belitung. Produsen sirup dan jelly candy jeruk kunci khas daerah tersebut menjelaskan, usahanya berawal dari dapur rumah, dengan memanfaatkan jeruk kunci yang banyak tumbuh di sekitar wilayah tempat tinggalnya.
Dari percobaan sederhana itu, ia berhasil, menciptakan produk bercita rasa asam segar yang kini menjadi ciri khasnya. Namun perjalanan awal usahanya tidak mudah. Modal terbatas, pemasaran yang minim, hingga keterbatasan akses pasar sempat menjadi tantangan besar.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Situasi mulai berubah setelah Hera menjadi mitra binaan PT Timah (Persero) Tbk. Melalui program pembinaan, ia mendapatkan akses permodalan bergulir, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga kesempatan mengikuti berbagai pameran produk.
"Dulu rasanya semua serba sendiri. Sekarang ketika pesanan naik menjelang Lebaran, kami jauh lebih siap," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Optimisme serupa datang dari Rosi Fitriani, pemilik UMK FnR Craft, mitra binaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Rosi mengolah wastra khas Sumatera Selatan seperti songket dan jumputan menjadi tas etnik dengan karakter desain yang bernilai seni tinggi.
Melalui pendampingan PTBA, FnR Craft mendapatkan berbagai dukungan, mulai kurasi desain, peningkatan standar kualitas produk, hingga promosi dalam berbagai pameran. Seiring waktu, produk tas etniknya mulai dikenal lebih luas. Kini, karya FnR Craft telah menembus pasar Malaysia, Thailand, dan Singapura.
"Pendampingan dari PTBA membuat kami lebih percaya diri untuk masuk ke pasar korporasi hingga pasar luar negeri," kata Rosi.




