JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan data adanya 807 jalan yang dilalui saat lebaran 2026 rawan banjir, 1.641 jalan rawan longsor, sedangkan 15 jalan masuk ke dalam daerah rawan banjir rob.
"Ada beberapa titik rawan bencana. Totalnya itu bisa dilihat 807 rawan banjir, kemudian 1.641 rawan longsor, sedangkan ada 15 rawan banjir rob. Ini tersebar di seluruh Indonesia," kata AHY di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu, 11 Maret 2026.
Terkait hal ini, pemerintah telah membentuk tim khusus bernama Disaster Relief Unit (DRU) dari Kementerian Pekerjaan Umum.
BACA JUGA:Hotline 110 untuk Laporkan Ormas Minta THR Paksa Jelang Lebaran 2026
Tim ini bertugas memperbaiki jalan rusak atau berlubang secara cepat agar tidak menghambat perjalanan masyarakat.
“DRU ini tugasnya secara cepat menggelar alat-alat berat dengan material untuk memperbaiki atau menambal jalan yang berlubang agar segera bisa digunakan,” jelasnya.
Terkait kondisi infrastruktur darat, pemerintah melaporkan bahwa 47.000 kilometer jalan nasional non-tol berada dalam kondisi mantan dengan persentase 93,2 persen.
Meskipun tingkat kemantapan jalan provinsi dan kabupaten bervariasi, jalur utama di seluruh pulau besar dinyatakan siap dilalui.
Pemeliharaan terus dilakukan agar aksesibilitas masyarakat menuju kabupaten atau kota tujuan tidak terganggu.
"Paling tidak kami laporkan untuk jalan nasional yang non-tol baik Jawa-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua secara umum dalam kondisi yang siap dan mantap," ucap AHY.





