Viral Menu MBG Berisi Lele Masih Mentah, Pihak BGN Beri Penjelasan

cumicumi.com
8 jam lalu
Cover Berita
































Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nampaknya selalu punya cerita menarik di tengah proses pendistribusiannya. Yang terbaru, viral menu MBG yang berisi ikan lele mentah hingga disebut masih hidup. Menu tersebut kemudian langsung ditolak pihak SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur.

Dalam video yang beredar, tampak satu kotak makanan berisi ikan lele dengan klaim mentah yang dicampur dua potong tahu dan dua potong tempe. Disebutkan bahwa paket MBG itu disalurkan pada Senin (9/3/2026) dan merupakan jatah konsumsi siswa untuk tiga hari, mulai Selasa hingga Rabu.
Sayangnya, pihak sekolah menyebut menu MBG itu menimbulkan bau amis dan dikhawatirkan cepat membusuk.

Mengetahui soal menu MBG yang viral tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara. Pihaknya menekankan video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan menu yang sebenarnya disiapkan. Selain itu, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa paket makanan yang disiapkan petugas sebenarnya terdiri dari beberapa komponen menu.


"Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi," kata Nanik Sudaryati Deyang.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa menu MBG yang disiapkan saat itu meliputi lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga. Menu program MBG ini memang sengaja disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi sekaligus standar keamanan pangan.

"Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan," ujarnya.

Di sisi lain, ahli gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan penggunaan lele marinasi memiliki pertimbangan gizi sekaligus ketahanan pangan.

"Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Di marinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," jelas Fikri Kuttawakil. (ND)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Nasaruddin Umar Serahkan SK Presiden kepada Pengurus Baznas Periode 2026-2031
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Quraish Shihab ke Prabowo: Terapkan Prinsip Abu Bakar untuk Berantas Korupsi
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Motif Keluarga di Bantul Dibacok saat Tidur: Sakit Hati Dikatai Sok Alim
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Alasan Wakil Bupati Rejang Lebong Tak Jadi Tersangka dan Dibebaskan Meski Di-OTT KPK
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Akui Pernah Terima Laporan Palsu, Ingatkan Pejabat Tak Akal-akalan Lagi
• 3 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.