Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah, Tertekan Pelemahan Saham BUMI, ADMR & INKP

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2026), mengikuti pelemahan mayoritas saham konstituen, terutama saham BUMI dan ADMR.

Berdasarkan data IDX Mobile, indeks kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini turun 0,75% atau sebesar 3,75 basis point ke level 494,41 Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak pada rentang 492,75 hingga 503,10.

Secara keseluruhan, dari 27 saham anggota indeks, tercatat 17 saham menguat, 8 saham melemah, dan 2 saham stagnan.

Sebagian besar saham konstituen indeks berada di zona merah. Tekanan datang dari saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) anjlok 5,83% ke level Rp226, disusul saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) melemah hingga 5,10% ke level Rp1.860, selanjutnya saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) melemah 4,90% ke level Rp9.225.

Pemberat laju Indeks selanjutnya adalah saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun hingga 3,48% ke level Rp1.665, dan saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turun hingga 2,71% ke level Rp2.870.

Sebaliknya saham yang menahan penurunan indeks dan mengalami penguatan adalah saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) naik 3,45% ke level Rp1.350, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menguat 1,58% ke level Rp6.425. Disusul saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,35% ke level Rp3.000, dan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menguat 0,70% ke level Rp4.290.

Baca Juga

  • Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham BRPT, TLKM dan INDF Tancap Gas
  • Indeks Bisnis-27 Ditutup Naik 0,85%, INKP dan BUMI Pimpin Penguatan
  • Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham NCKL, BUMI dan INKP Melaju

Tim analis Phintraco Sekuritas mengatakan sentimen pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Meskipun Presiden AS Donald Trump menyebut perang kemungkinan akan segera berakhir, intensitas serangan udara AS ke Iran justru meningkat. Iran bahkan mengancam akan menutup Selat Hormuz bagi distribusi minyak jika serangan dari AS dan Israel terus berlanjut.

Selain itu, investor global juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat untuk Februari 2026 yang diperkirakan stabil di level 2,4% secara tahunan, dengan core inflation berada di kisaran 2,5%.

Dari sisi data ekonomi, penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 5,7% secara tahunan pada Januari 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 3,5% pada Desember 2025 dan melampaui perkiraan pasar sebesar 4%. 

Penjualan ritel pada Februari diperkirakan akan semakin meningkat seiring momentum perayaan Tahun Baru Imlek, awal Ramadan, serta menjelang Idulfitri.

Sebagai bagian dari upaya penguatan pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah menerbitkan POJK Nomor 40 Tahun 2025 mengenai penggunaan dana hasil penawaran umum. Aturan tersebut mengatur pembentukan rekening khusus untuk menampung dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) serta mewajibkan keterbukaan informasi terkait saldo dan penggunaannya.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OTT KPK Jaring Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek | SAPA PAGI
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Praperadilan Yaqut Ditolak Hakim, Status Tersangka Tetap Sah
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sembuh dari Sakit Lambung dan Vertigo, Piche Kota Jebolan Indonesian Idol Langsung Ditahan terkait Kasus Dugaan Rudapaksa Siswi SMA
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Kemenag Bandung Siapkan Masjid Ramah Pemudik
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Eks Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Divonis 6 Tahun Penjara
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.