Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Kepolisian Republik Indonesia memperkuat produksi jagung nasional guna menjamin pasokan bahan baku pakan ternak sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif berbasis bioetanol di dalam negeri.
Kolaborasi Perluas Tanam JagungKolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Polri difokuskan pada peningkatan luas tanam jagung melalui optimalisasi lahan, modernisasi alat pertanian, penyediaan benih unggul, pupuk, serta penguatan sistem penyerapan hasil panen dari hulu hingga hilir.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Pol Anwar menyampaikan pihaknya telah berdiskusi dengan Menteri Pertanian terkait rencana optimalisasi penanaman jagung.
"Tadi kita sudah diskusikan dengan Pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, ke depan kita akan melaksanakan optimalisasi itu, mudah-mudahan 1 juta hektare penanaman jagung tercapai. Dan nanti selain untuk pakan, nanti juga bisa digunakan untuk energi. Intinya itu," ujarnya.
Polri berkomitmen aktif mendorong peningkatan produksi jagung nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.
Pembahasan antara Polri dan Kementerian Pertanian menitikberatkan pada optimalisasi program penanaman jagung nasional dari tahun 2025 menuju 2026 dengan target peningkatan luas tanam yang signifikan.
Sebelumnya Polri menargetkan penanaman jagung seluas 1 juta hektare pada tahun 2025.
Realisasi penanaman hingga saat ini baru mencapai sekitar 650 ribu hektare sehingga berbagai langkah percepatan terus dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian.
Upaya percepatan dilakukan dengan penguatan dukungan dari hulu hingga hilir yang mencakup modernisasi alat pertanian, penyediaan bibit unggul, pupuk, serta penguatan sistem penampungan dan penjualan hasil panen.
Polri menargetkan luas penanaman jagung ke depan dapat mencapai bahkan melampaui 1 juta hektare melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kementerian, aparat, petani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Produksi Jagung Dorong Swasembada dan Energi AlternatifProgram penanaman jagung menghadapi sejumlah kendala seperti faktor bencana alam, anomali cuaca, serta kondisi lahan yang beragam mulai dari wilayah pegunungan hingga lahan sawah.
Koordinasi dengan Kementerian Pertanian terus dilakukan untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut termasuk percepatan penyediaan alat pertanian seperti traktor dan alat tanam guna meningkatkan produktivitas petani.
Selain memenuhi kebutuhan pakan ternak nasional, peningkatan produksi jagung juga diarahkan untuk mendukung pengembangan energi alternatif berbasis etanol sebagai bagian dari diversifikasi energi nasional.
Program penanaman jagung dilaksanakan melalui berbagai pola kerja sama seperti pembinaan kelompok tani, kemitraan dengan program perhutanan sosial, kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat, serta pemanfaatan lahan milik masyarakat.
Hasil panen jagung dari program tersebut akan diserap melalui mekanisme penyerapan oleh Perum Bulog guna menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas jagung nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kontribusi Polri dalam mendukung peningkatan produksi jagung nasional melalui sinergi program penanaman dan penguatan sektor pangan.
Ia menilai kolaborasi tersebut berhasil mendorong peningkatan produksi jagung nasional dengan tambahan sekitar 1 juta ton.
Ia menegaskan bahwa peningkatan produksi tersebut berdampak pada penguatan ketersediaan bahan baku pakan dan Indonesia saat ini telah mencapai kondisi tanpa impor pakan berbasis jagung.
Selain itu impor jagung untuk kebutuhan industri juga berhasil ditekan secara signifikan dari sebelumnya sekitar 1,4 juta ton menjadi sekitar 800 ribu ton dalam periode terakhir.
"Kita swasembada pakan, nol persen impor, berita baiknya nol persen impor. Kemudian untuk industri turun dari 1,4 juta ton turun menjadi 800 ton. Berarti juga naik produksi dalam negeri, turun impornya jadi 800 ribu ton," katanya.
Menurutnya capaian tersebut menunjukkan peningkatan produksi dalam negeri sekaligus penurunan ketergantungan terhadap impor komoditas jagung.
Terkait rencana pemanfaatan jagung sebagai bahan baku energi etanol, pemerintah masih dalam tahap proses sebelum implementasi kebijakan dilakukan.
"Tunggu, kita masih proses," ujarnya.




