Kenapa Saat Puasa Kita Tidak Terlalu Lapar?

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sadar atau tidak, kondisi lapar itu berbeda ketika sedang berpuasa dan tidak berpuasa. Misalnya ketika tidak berpuasa, telat makan sepuluh menit saja, sudah tentu kita gelisah dan emosi meningkat. Namun apa jadinya ketika sedang menjalankan puasa, khususnya Ramadan. Jangankan satu jam, kita dapat menahan lapar lebih lama dari biasanya, mulai dari Subuh sampai Magrib.

Sebenarnya perbedaan ini dipicu karena sebuah pilihan untuk menunda lapar atau jsutru terpaksa. Jika hari biasa, lapar karena telat jam makan cenderung terpaksa bukan dipilih. Sedangkan pada bulan Ramadan, lapar telah diniatkan lebih lama sehingga tubuh juga lebih siap.

Sebagaimana dalam hadis yang menyatakan bahwa segala sesuatu tergantung pada niatnya. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi pada situasi ini, puasa diniatkan sejak awal dan dengan kesadaran penuh bahwa kita sedang beribadah. Sehingga justru kita dapat menjalani puasa dan menahan lapar lebih ringan, seakan ada kekuatan lain yang bekerja dalam tubuh.

Lapar yang semula hanya sebuah kekurangan, karena diniatkan kini menjadi sebuah ibadah. Secara spiritual, ibadah yang diniatkan untuk Allah akan selalu diberikan kemudahan dan Allah akan membalasnya. Sebagaimana dalam hadis qudsi, Allah berfirman, “Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi pada rasa lapar ada dimensi ilahiah di dalamnya, tidak hanya sebatas biologis. Maka dari itu, rasa lapar tidak terlalu terasa ketika puasa Ramadan karena memiliki makna mendalam. Dengan kosongnya perut, hati kita justru diisi dengan kecintaan kepada Allah SWT, itulah bentuk takwa.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Baqarah ayat 183, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Takwa pada konteks ini bukan berarti sebatas takut kepada Allah SWT, melainkan memiliki kesadaran penuh untuk melakukan ibadah dan menjauhi larangannya. Kesadaran ini yang digunakan untuk menahan diri dari setiap godaan duniawi termasuk hawa nafsu. Ketika hati dan pikiran sadar, maka tubuh akan menjadi lebih kuat.

Dengan niat berpuasa, otomatis rasa lapar akan terkubur dengan harapan yang terukur. Harapan yang dimaksud adalah berbuka pada waktu Magrib dan tidak menunda-nundanya. Hal tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang yang menjalankan ibadah puasa. Sebagaimana Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu Tuhannya kelak (HR. Muslim).

Kebahagiaan itu tidak hanya dirasakan oleh individu, khususnya di bulan Ramadan. Kebahagiaan ini menjadi kolektif karena dengan kompak umat Islam bersama-sama menjalankan ibadah puasa, menahan lapar dari Subuh hingga Magrib, dan berbuka bersama. Dengan realitas yang ada, menambah energi spiritual kolektif sehingga puasa terasa ringan.

Lapar saat puasa sebenarnya tidak sepenuhnya hilang, hanya saja kita tidak terlalu merasakannya. Kenapa demikian? Karena puasa yang diniatkan menghadirkan makna. Ketika rasa lapar diberi tujuan, ia berubah menjadi ibadah. Ramadan mengajarkan bahwa niat dapat menghadirkan makna, makna dapat merubah rasa. Puasa tidak serta merta membuat tubuh lebih kuat, tetapi membuat hati dan pikiran lebih sadar.

Kesadaran adalah instrumen yang penting untuk melakukan penyucian jiwa (Tazkiyatun nafs) dan mengontrol hawa nafsu. Sebagaimana Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan makan, tetapi melemahkan dominasi nafsu. Ketika syahwat melemah, hati menjadi lebih jernih. Maka bisa jadi, rasa lapar saat puasa terasa berbeda karena ia bukan sekadar kekurangan fisik, tetapi proses pembersihan batin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Solidaritas Perempuan Soroti Dampak Pembangunan Patriarkal terhadap Perempuan
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Prediksi Cuaca Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, BMKG Minta Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem
• 16 jam laludisway.id
thumb
Hizbullah Gempur Stasiun Komunikasi Israel di Tel Aviv
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jasa Marga Prediksi Gerbang Tol Warugunung Mengalami Kenaikan 82 Persen saat Puncak Arus Mudik
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Jadi Ketua OJK, Hernawan Bekti Wakil
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.