Berhari-hari Berlayar demi Berlebaran di Kampung Halaman

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Cuaca di Selat Madura cukup berangin. Air laut di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/3/2026), bergelombang dan memantulkan cahaya keperakan dari sinar matahari. Di tengah udara panas menjelang sore, di pinggir dermaga, satu per satu porter telah berkumpul, menandakan satu kapal akan segera sandar. Kapal tersebut adalah KM Dorolonda yang mengawali keberangkatan dari Jayapura.

Dengan ditarik dua kapal tunda, KM Dorolonda perlahan sandar di pelabuhan. Di pinggir kapal, berdiri para penumpang yang merupakan perantau yang akan kembali ke kampung halaman untuk berlebaran. Dengan wajah ceria, mereka melambaikan tangan ke arah Pulau Jawa, tempat mereka dilahirkan.

Di tengah cuaca panas, kehidupan keras di pinggir dermaga saat kapal sandar pun dimulai. Puluhan porter dengan tidak sabar berebut masuk ke dalam kapal, padahal tangga turun yang disiapkan belum di tempat yang sempurna. Mereka memanjat tiang-tiang tangga dan berlompatan masuk ke kapal. Penumpang yang masih tertahan banyak yang merekam aksi tersebut dengan gawainya.

Setelah hampir 30 menit, kapal milik Pelni tersebut akhirnya benar-benar berlabuh sempurna dan mulai menurunkan sebanyak 2.653 penumpang dengan aneka barang bawaannya. Berawal dari satu penumpang, hingga akhirnya dermaga yang sebelumnya sepi dibanjiri oleh pemudik yang sebagian besar merantau ke Indonesia bagian timur.

Penumpang-penumpang tersebut turun dengan pakaian seadanya. Beberapa malah ada yang hanya menggunakan kaus serta sandal jepit. Tidak banyak terlihat koper plastik. Yang banyak hanya kardus yang bentuknya tidak lagi simetris serta gembolan plastik untuk membungkus pakaian atau alat kerja. Walau sederhana, kepulangan mereka bukanlah perjalanan yang mudah. Mereka berhari-hari di lautan untuk bisa mudik ke kampung halaman di Jawa.

Pemudik Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Mudik Bersama Anggota Keluarga (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Menyunggi Barang Bawaan (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Pulang dari Tanah Rantau (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Ramai Pemudik di Pelabuhan Tanjung Perak (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Bersama Orang Tua (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Salah satu penumpang yang tiba adalah Muhammad Anshori. Wajahnya masih terlihat lelah. Beberapa barang yang ia bawa merupakan alat pertukangan. ”Saya kerja di Manokwari, kerja proyek. Baru tiga bulan ini. Alhamdulillah, Lebaran saya bisa mudik. Kapan lagi,” ujar Anshori yang masih melanjutkan perjalanan dari Surabaya menuju Mranggen, Demak, Jawa Tengah, bersama 15 rekannya.

Penumpang lainnya, Agus Suwarno, telah bertahun-tahun bekerja sebagai montir di Jayapura. ”Alhamdulillah, saya masih kebagian tiket. Ya beli jauh-jauh hari biar tidak kehabisan. Lumayan juga perjalanan, saya delapan hari di kapal, sudah rindu keluarga. Untungnya perjalanan lancar,” tutur Agus.

Dermaga Pelabuhan Tanjung Perak menjelang sore menjadi saksi bahwa ikatan tanah kelahiran dengan para perantau tetap kuat sejauh apa pun tempat hidup yang baru dan seberat apa pun menjalaninya. Momen hari raya menjadi sarana untuk kembali pulang, mengingat kerabat juga leluhur yang telah tiada.

Baca JugaDari Anjungan Kapal, Awal Arus Mudik Laut Terlihat
Baca JugaMereka yang Memilih Mudik Lebih Awal
Baca JugaBermalam dalam Dingin dan Hujan demi Tiket Mudik Gratis

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Siapkan Sejumlah Skenario Haji 2026 Jika Konflik Timteng Tak Mereda
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan 33 Juta KPM
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Budi Sudarsono Kenang Masa Kejayaan: Rajin Mencetak Gol Sampai Dapat Julukan Si Ular Piton
• 4 jam lalubola.com
thumb
Pemkab Pasuruan Pantau Kesiapan Perusahaan Bayar THR Jelang Lebaran
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terjerat Lagi, Perusahaan Kontraktor Kasus Suap Bupati Rejang Lebong Pernah Ditangkap KPK pada 2017
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.