Penulis: Fityan
TVRINews – Madrid
Dominasi total El Real di babak pertama pastikan keunggulan telak atas juara bertahan.
Federico Valverde menghabiskan dirinya sebagai legenda baru Real Madrid setelah torehan tiga golnya dalam 22 menit babak pertama melumpuhkan Manchester City di Santiago Bernabeu rabu 11 Maret 2026,Kemenangan dominan ini sekaligus menempatkan taktik Pep Guardiola dalam sorotan tajam.
Dalam laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi, Valverde tampil sebagai pahlawan yang menuliskan namanya dalam sejarah klub.
Trigol pemain asal Uruguay tersebut tidak hanya memamerkan kualitas teknik individu yang luar biasa, tetapi juga mengekspos kerapuhan lini pertahanan City yang membuat peluang mereka melaju ke perempat final kini berada di ujung tanduk.
Dominasi Tanpa Pilar Utama
Real Madrid memasuki pertandingan ini dengan kondisi skuad yang pincang. Absennya nama-nama besar seperti Kylian Mbappé, Rodrygo, Jude Bellingham, dan Éder Militão membuat skuad asuhan Álvaro Arbeloa sempat dipandang sebagai underdog. Terlebih lagi, City datang dengan kekuatan penuh, termasuk kembalinya Erling Haaland.
Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik. Sejak peluit awal dibunyikan, Madrid tampil dengan semangat "historia por hacer" (sejarah yang harus dibuat).
Runtuhnya Taktik Guardiola
Pep Guardiola secara mengejutkan menerapkan formasi 4-2-2-2 yang sangat ofensif, menempatkan tiga pemain sayap sekaligus: Jérémy Doku, Savinho, dan Antoine Semenyo.
Meski sempat memberikan tekanan di awal laga melalui pergerakan Doku, strategi ini justru menjadi bumerang bagi The Citizens.
Bencana bagi City dimulai saat Thibaut Courtois melepaskan umpan diagonal jauh yang mengarah kepada Valverde di sisi kanan. Setelah melewati Nico O’Reilly dengan mudah, Valverde mengecoh Gianluigi Donnarumma dan menceploskan bola dari sudut sempit.
Tak butuh waktu lama, Valverde kembali mencetak gol kedua memanfaatkan bola pantul dari sapuan tidak sempurna Rúben Dias setelah aksi individu Vinícius Júnior.
Puncaknya terjadi sebelum turun minum; Valverde melengkapi hat-trick-nya melalui tendangan voli spektakuler setelah menerima umpan cungkil dari Brahim Díaz, meninggalkan City tertinggal 0-3 di babak pertama.
Kegagalan Penalti dan Asa yang Tersisa
Memasuki babak kedua, Guardiola mencoba memperbaiki kesalahan taktiknya dengan menarik keluar Savinho dan memasukkan Tijjani Reijnders guna menambah kedalaman di lini tengah.
Madrid nyaris menambah keunggulan menjadi 4-0 saat Vinícius Júnior dilanggar oleh Donnarumma di kotak terlarang. Namun, kiper asal Italia tersebut berhasil menebus kesalahannya dengan menepis eksekusi penalti Vinícius.
Meski gagal menambah gol, pertahanan Madrid yang digalang Alexander-Arnold tetap solid hingga laga usai. City tercatat tampil "lumpuh" dalam membongkar pertahanan tuan rumah, membuat kemenangan clean sheet ini terasa sangat layak bagi raksasa Spanyol tersebut.
Kini, beban berat ada di pundak Guardiola untuk membangkitkan mental anak asuhnya yang pulang dalam kondisi "terluka parah" sebelum laga penentuan di leg kedua Selasa 17 Maret 2026 mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews





