Bisnis.com, JAKARTA — PT Gadai Mas Nusantara memperluas lini bisnis dengan mengembangkan agunan non-emas sebagai strategi diversifikasi portofolio dan menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika pasar.
Corporate Secretary & Legal Gadai Mas Nusantara Evi Mayanti Situmorang menyampaikan portofolio pembiayaan perusahaan saat ini memang masih didominasi oleh gadai emas, apalagi jika harga emas naik.
Sementara itu, lanjutnya, pembiayaan gadai non-emas porsinya saat ini masih relatif kecil. Oleh karena itu, perusahaan mulai mengembangkan diversifikasi agunan non-emas.
“Seperti gadai barang elektronik, sebagai bagian dari strategi dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan diversifikasi portofolio,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Kamis (12/3/2026).
Adapun, untuk memitigasi risiko bila harga emas sewaktu-waktu terkoreksi, Gadai Mas Nusantara menerapkan penyesuaian nilai taksiran mengikuti pergerakan harga emas di pasar tanpa melakukan penyesuaian yang signifikan terhadap LTV dan tenor.
“Monitoring yang ketat terhadap tren harga emas tetap dilakukan perusahaan sebagai bagian dari manajemen risiko, sehingga potensi volatilitas dapat diantisipasi secara prudent,” ucap Evi.
Baca Juga
- Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini Kamis, 12 Maret 2026 di Pegadaian
- Jasa Gadai Makin Ramai Peminat
Dia menambahkan bahwa penyesuaian nilai taksiran mendorong peningkatan penyaluran pembiayaan gadai secara nominal. Namun, perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.
“Termasuk menjaga rasio pembiayaan [LTV] dan kualitas taksiran, sehingga kualitas pembiayaan tetap stabil dan terjaga,” sebutnya.
Lebih jauh, Evi mengungkapkan penyaluran transaksi gadai di perusahaannya tumbuh kurang lebih 40% dibanding periode akhir tahun lalu. Menurutnya, faktor yang mendominasi adalah kenaikan harga emas dan semakin bertambahnya jumlah nasabah.
Diberitakan sebelumnya, tren penyaluran pembiayaan yang kuat dari industri pergadaian dinilai menjadi katalis positif bagi prospek industri pada 2026.
Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan oleh pergadaian tumbuh 38,89% (year on year/YoY) menjadi Rp120,45 triliun pada Oktober 2025.
“Prospek industri pergadaian pada 2026 dipandang positif dengan peluang pertumbuhan lanjutan [per Desember 2024 46,76% YoY], sejalan dengan tren penyaluran pembiayaan yang kuat,” kata Direktur Riset Core Indonesia, Etika Karyani Suwondo kepada Bisnis, Selasa (30/12/2025).





