Shalom Razade Jadi Sponsor Anak Setelah Kunjungi Flores

eranasional.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Perjalanan sejumlah selebritas ke wilayah Indonesia Timur kerap meninggalkan kesan mendalam. Selain menjalankan kegiatan sosial, kunjungan tersebut sering kali membuka perspektif baru mengenai kehidupan masyarakat di daerah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan. Hal inilah yang dialami oleh aktris Wulan Guritno bersama putrinya, Shalom Razade, setelah mengunjungi Flores, Nusa Tenggara Timur.

Kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Shalom Razade. Ia mengaku tersentuh sekaligus tersadar setelah melihat langsung kondisi kehidupan anak-anak di wilayah tersebut. Bahkan, pengalaman itu membuatnya mengambil keputusan penting untuk ikut membantu dengan menjadi sponsor bagi salah satu anak di sana.

Menurut Wulan Guritno, perjalanan tersebut pada awalnya merupakan bagian dari kegiatan sosial yang melibatkan sejumlah tokoh publik. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi pendidikan dan kehidupan anak-anak di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap berbagai fasilitas.

Namun bagi Shalom, kunjungan itu tidak hanya menjadi kegiatan sosial biasa. Ia justru merasa pengalaman tersebut memberikan pelajaran hidup yang sangat berarti.

Wulan Guritno menceritakan bahwa setelah kembali dari Flores, ia sempat berbincang santai dengan putrinya mengenai pengalaman yang baru saja mereka alami. Dalam percakapan tersebut, Wulan mencoba mengajak Shalom merefleksikan bagaimana anak muda biasanya menghabiskan uang mereka.

Ia mengungkapkan bahwa anak-anak muda sering kali menggunakan uang jajan untuk berbagai keperluan hiburan, mulai dari makan di restoran hingga bersenang-senang bersama teman-teman.

“Nah, ada cerita lucu setelah pulang dari sana. Aku tanya dia, uang jajan berapa? Makan di restoran berapa? Habis buat hiburan berapa?” ujar Wulan dalam sebuah wawancara di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Melalui percakapan itu, Wulan kemudian mengajak Shalom membandingkan bagaimana nilai uang yang sama bisa memiliki arti yang sangat berbeda bagi anak-anak di daerah terpencil.

Menurut Wulan, jumlah uang yang mungkin dianggap kecil bagi sebagian orang di kota besar ternyata dapat memberikan dampak besar bagi anak-anak yang hidup dengan keterbatasan fasilitas.

Ia pun meminta Shalom membayangkan bagaimana uang tersebut dapat membantu anak-anak di daerah seperti Flores untuk memenuhi kebutuhan sekolah atau kehidupan sehari-hari.

“Bayangkan kalau uang itu dipakai untuk membantu anak di sana, bisa bertahan berapa lama,” kata Wulan mengenang percakapannya dengan sang putri.

Percakapan sederhana tersebut ternyata memberikan pengaruh besar bagi Shalom Razade. Setelah memikirkan hal tersebut, ia merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu yang nyata.

Akhirnya, Shalom memutuskan untuk menjadi sponsor bagi salah satu anak di Flores. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian sekaligus keinginan untuk membantu anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan.

Menurut Wulan, ia juga memberikan nasihat kepada putrinya agar mulai belajar menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kegiatan sosial. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan dan kenyamanan hidup yang dinikmati saat ini sebaiknya diimbangi dengan kepedulian terhadap orang lain.

“Dia sekarang jadi sponsor anak. Aku bilang, sisihkan sebagian penghasilanmu, jangan semuanya dipakai untuk jajan atau kesenangan pribadi,” tutur Wulan.

Menariknya, keputusan Shalom untuk menjadi sponsor anak tidak muncul begitu saja. Wulan mengungkapkan bahwa langkah tersebut juga terinspirasi oleh orang-orang di sekitarnya yang lebih dulu melakukan hal serupa.

Salah satu sosok yang memberi inspirasi adalah aktor dan DJ Winky Wiryawan. Menurut Wulan, Winky sebelumnya sudah lebih dulu terlibat dalam kegiatan sponsorship anak sehingga menjadi contoh bagi Shalom.

Melihat orang terdekat yang melakukan aksi nyata membuat Shalom semakin yakin untuk mengambil langkah yang sama.

“Shalom akhirnya ikut menjadi sponsor anak karena merasa terpanggil. Apalagi melihat Kak Winky yang lebih dulu melakukannya,” kata Wulan.

Selain Shalom, anak Wulan yang lain, London Abigail Dimitri, juga sempat menunjukkan keinginan untuk ikut membantu anak-anak di daerah tersebut. London bahkan sempat menawarkan untuk menyisihkan sebagian uang jajannya.

Namun keinginan tersebut belum bisa langsung dilakukan karena program sponsorship anak biasanya memiliki persyaratan administrasi tertentu yang harus dipenuhi oleh para donatur.

Meski demikian, Wulan mengaku sangat bangga melihat kepedulian yang mulai tumbuh pada anak-anaknya terhadap isu sosial.

Bagi Shalom sendiri, pengalaman bertemu langsung dengan anak-anak di Flores menjadi momen refleksi yang cukup mendalam. Ia mengaku merasa “tertampar” setelah melihat bagaimana anak-anak di daerah tersebut tetap semangat menjalani kehidupan meskipun fasilitas yang mereka miliki sangat terbatas.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa selama ini ia mungkin kurang bersyukur terhadap berbagai kemudahan yang dimilikinya.

“Jujur aku merasa ketampar banget. Selama ini mungkin aku kurang bersyukur,” ujar Shalom.

Ia menambahkan bahwa anak-anak yang ia temui di Flores justru menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi. Meskipun kondisi sekolah dan fasilitas pendidikan tidak sebaik di kota besar, mereka tetap menjalani kegiatan belajar dengan penuh antusias.

Hal itu sangat berbeda dengan pengalamannya ketika masih bersekolah dulu. Shalom mengakui bahwa meskipun memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap, rasa malas kadang tetap muncul.

Pengalaman di Flores membuatnya menyadari bahwa semangat belajar tidak selalu ditentukan oleh fasilitas yang dimiliki.

“Waktu aku sekolah dulu kadang masih suka malas, padahal fasilitas lengkap. Tapi anak-anak di sana dengan kondisi yang jauh lebih sederhana tetap semangat dan bahagia menjalani sekolah,” kata Shalom.

Ia menilai semangat dan rasa syukur yang dimiliki anak-anak di Flores menjadi pelajaran penting bagi dirinya.

Melihat langsung bagaimana mereka tetap tersenyum dan berusaha meraih pendidikan membuatnya merasa terinspirasi untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti.

Bagi Shalom, menjadi sponsor anak hanyalah langkah kecil, tetapi ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masa depan anak yang ia dukung.

Kisah ini juga menunjukkan bahwa pengalaman langsung di lapangan sering kali menjadi cara paling efektif untuk membuka kesadaran sosial, terutama bagi generasi muda.

Dengan semakin banyak tokoh publik yang terlibat dalam kegiatan sosial, diharapkan kepedulian terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak di daerah terpencil dapat terus meningkat.

Bagi Wulan Guritno, melihat perubahan cara pandang putrinya menjadi kebanggaan tersendiri. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran hidup yang akan terus diingat oleh Shalom di masa depan.

Menurutnya, kesadaran untuk berbagi dan peduli terhadap sesama merupakan nilai penting yang perlu ditanamkan sejak dini, terutama bagi generasi muda yang memiliki kesempatan dan sumber daya untuk membantu orang lain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Kabupaten Bekasi Jumat 13 Maret
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Buron 4 Tahun DPO Pengrusakan Hutan Ditangkap
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Kalla Property Siapkan Groundbreaking MaRI Extension April 2026
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Suami Siri Bunuh Wanita Tinggal Tulang di Depok Terancam 15 Tahun Penjara
• 23 jam laludetik.com
thumb
Kenali dan Cegah Penyebaran Campak
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.