Pasar Murah di Jepara Bantu Tekan Inflasi Jelang Idulfitri

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jepara: Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar pasar murah di Shopping Center Jepara menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah/ 2026 Masehi. Kegiatan ini digelar untuk membantu masyarakat sekaligus menekan inflasi menjelang Idulfitri.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak baik instansi pemerintah, TNI/Polri, hingga swasta. Pasar murah itu pun mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. 

“Dalam rangka untuk menekan inflasi menjelang Idulfitri ada banyak instansi yang terlibat banyak sekali yang ikut, tadi sangat ramai sekali dan laris semua,” ujar Witiarso di Jepara, Kamis, 12 Maret 2026. 
 

Baca Juga :

Tebing 100 Meter Longsor di Jepara, Akses Jalan Desa Tertutup

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan sebanyak 2.198 paket sembako. Rinciannya, 675 paket untuk masyarakat kurang mampu melalui Dinsospermasdes, sedangkan 1.523 paket dijual untuk masyarakat umum.

Ia berharap pemerintah dapat melakukan intervensi melalui pasar murah terhadap sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga agar tetap stabil di pasaran. “Sembako yang teridentifikasi naiknya tinggi kita adakan penetrasi intervensi supaya harganya cenderung stabil,” kata Wiwit. 

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus melakukan langkah serupa menyesuaikan dengan kondisi harga di pasar.
“Kita tergantung dari mekanisme pasar apabila (harga di) pasar tinggi kita akan lakukan terus dengan sesuai standar,” ungkap Wiwit. 

Ia juga memastikan ketersediaan bahan pokok di Jepara masih aman. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan. 

“Beras dan lain-lain alhamdulillah stok aman. Masyarakat diimbau tidak panic buying. Jadi beli sesuai kebutuhan saja,” tambah Wiwit. 


Pasar murah digelar jelang Lebaran. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani 


Salah satu warga Kecapi, Kecamatan Tahunan, Dety Susanti mengaku datang sebelum pukul 09.00 WIB agar tidak kehabisan. Ia merasa terbantu dengan adanya gerakan pangan murah tersebut. 

Dia membeli paket seharga Rp65 ribu yang berisi beras 2 kilogram, telur 1 kilogram, minyak goreng 800 mililiter, serta gula 1 kilogram yang biasanya dijual sekitar Rp90 ribu di pasaran. Selain itu ia juga membeli beras SPHP seharga Rp57 ribu. 

“Semoga ada lagi karena sangat terbantu dengan stok yang lebih banyak,” ujar Dety. 
 
Sementara itu, warga Kelurahan Demaan, Nimatun, menyayangkan karena tidak kebagian paket meski telah mendapat kupon dari Dinsospermasdes. Ia mengaku sudah berkeliling ke semua stan, namun stok telah habis.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar kembali, karena sangat dibutuhkan. Terlebih bagi dirinya sebagai penerima bantuan PKH, kegiatan ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lonjakan Campak Awal 2026, Pemerintah Percepat Imunisasi
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
BCA (BBCA) Tebar Dividen Tahun Buku 2025 Rp336 per Saham atau Setara Rp41,3 Triliun
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Momen Gembira Kim Ju Ae Saksikan Peluncuran Rudal Korut Jadi Sorotan Publik
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
BPJS Ketenagakerjaan - Kejari Kabupaten Malang Pastikan Pekerja Dapat Hak Perlindungan
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Refleksi Hidup Reza Artamevia di Usia 50 Tahun, Kini Tak Takut Tua dan Pilih Lebih Bersyukur
• 8 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.