jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Kesehatan pada 2024 menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1395/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel Punca di Bidang Orthopaedi dan Traumatologi.
Dalam aturan itu disebutkan bahwa saat ini terapi stem cell untuk beberapa kondisi di bidang ortopedi telah dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang memenuhi standar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
BACA JUGA: Prof. Deby Vinski Sebut BPOM RI Dukung Inovasi Stem Cell dan Gene Therapy
Jenis stem cell yang banyak diteliti dan digunakan di bidang ortopedi adalah Mesenchymal Stem Cell (MSC).
Adapun MSC memiliki kemampuan membantu proses perbaikan, dan regenerasi jaringan tubuh yang rusak dan membantu mengurangi peradangan seperti radang sendi (osteoartritis), cedera tulang belakang atau osteoporosis.
BACA JUGA: JK Apresiasi Peran Prof. Deby Mendorong Standarisasi Stem Cell Indonesia
Tidak hanya itu, beberapa penelitian menunjukkan potensi stem cell dalam membantu memperbaiki fungsi tubuh dengan mendukung proses pemulihan jaringan pada kondisi lain seperti stroke dan cerebral palsy.
Meski demikian, terapi ini tetap harus dilakukan sesuai indikasi medis dan di bawah pengawasan dokter yang kompeten di bidangnya.
BACA JUGA: Workshop LPDSI-Kemenkes Wujudkan Dokter Stem Cell Bersertifikasi Internasional
Dengan berkembangnya terapi stem cell di Indonesia, penyimpanan darah dan jaringan tali pusat sejak bayi lahir menjadi makin penting.
Tali pusat yang biasanya dibuang setelah persalinan sebenarnya adalah sumber Mesenchymal Stem Cell dan dapat disimpan secara kriogenik agar sel-selnya tetap hidup sehingga dapat digunakan di masa yang akan datang.
“Perkembangan terapi stem cell yang kini telah memiliki landasan regulasi nasional menunjukkan bahwa regenerative medicine bukan lagi konsep masa depan. Penyimpanan stem cell sejak lahir merupakan bentuk perencanaan kesehatan jangka panjang yang relevan dengan kemajuan ilmu kedokteran saat ini," kata Deputy Medical Director PT. Cordlife Persada dr. Meriana Virtin dalam keterangannya, Kamis (12/3).
Dengan dukungan regulasi dan kemajuan teknologi dan dukungan regulasi, stem cell kini menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan modern yang bagi orang tua, ini merupakan langkah perencanaan kesehatan jangka panjang. (boy/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




