JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan memprakirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada H-3 atau Rabu, 18 Maret 2026.
Pada hari tersebut, sebanyak 21,97 juta orang atau 15,26 persen dari total pemudik akan melakukan perjalanan secara bersamaan.
Secara nasional, hasil survei Baketrans menunjukkan sebanyak 143,92 juta orang atau 50,6 persen penduduk Indonesia berencana melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Melansir media sosial Kemenhub, puncak arus balik diprediksi jatuh pada H+6 atau Jumat, 27 Maret 2026.
Masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu kerja (FWA) diimbau melakukan perjalanan lebih awal pada 14 hingga 17 Maret 2026 untuk menghindari kepadatan di puncak arus mudik.
Pergerakan massa ini juga bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi pada 19 Maret dan Cuti Bersama Nyepi pada 20 Maret 2026.
Baca Juga: Wamen ESDM: Stok BBM Aman 30 Hari, Warga Diminta Tak Khawatir Mudik
Dominasi Mobil Pribadi dan Sebaran WilayahMobil pribadi menjadi moda transportasi pilihan utama masyarakat dengan persentase mencapai 52,98 persen atau setara 76,24 juta pengguna.
Berikut adalah rincian pilihan moda transportasi selama libur Lebaran 2026:
- Mobil Pribadi: 52,98% (76,24 juta orang)
- Sepeda Motor: 16,74% (24,08 juta orang)
- Bus: 16,22% (23,34 juta orang)
- Kapal Penyeberangan: 4,45% (6,40 juta orang)
- Pesawat Terbang: 3,46% (4,98 juta orang)
- Kereta Api Antar Kota: 3,33% (4,79 juta orang)
Data sebaran wilayah menunjukkan Provinsi Jawa Barat menjadi daerah asal pemudik terbanyak dengan jumlah 30,97 juta orang (21,52 persen), diikuti DKI Jakarta sebanyak 19,93 juta orang (12,63 persen).
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- puncak mudik 2026
- kemenhub
- jadwal mudik
- lebaran 2026
- baketrans
- arus balik 2026





