Plaza Indonesia (PLIN) Cetak Laba Rp639,34 Miliar di 2025, Tergerus 35,9%

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja laba yang menurun, meskipun pendapatan masih menunjukkan pertumbuhan.

Mengacu laporan keuangan per 31 Desember 2025, perusahaan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp639,34 miliar, turun 35,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp997,54 miliar.

Seiring dengan penurunan laba tersebut, laba per saham dasar dan dilusian juga menyusut menjadi Rp180,82, dari sebelumnya Rp282,13.

Dari sisi pendapatan, PLIN mencatat Rp1,4 triliun, naik tipis 1,08% dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,38 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari segmen pusat perbelanjaan sebesar Rp719,78 miliar, diikuti hotel Rp495,94 miliar, serta perkantoran Rp185,58 miliar.

Di tengah kenaikan pendapatan tersebut, perusahaan berhasil menekan beban pokok penjualan dan pendapatan menjadi Rp441,53 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp448,84 miliar pada tahun sebelumnya. Kondisi ini mendorong laba kotor meningkat menjadi Rp959,77 miliar, dari sebelumnya Rp937,37 miliar.

Baca Juga: Cetak Laba Rp1,1 Triliun di 2025, MDIY Siapkan Dividen Minimal 40%

Namun, sejumlah pos beban mengalami kenaikan. Beban umum dan administrasi tercatat Rp333,28 miliar, meningkat dari Rp307,66 miliar. Beban keuangan juga naik menjadi Rp38,72 miliar dari Rp28,91 miliar, sementara beban pajak final bertambah menjadi Rp96,75 miliar dari Rp92,7 miliar.

Di sisi lain, pendapatan keuangan sedikit menurun menjadi Rp28,8 miliar dari Rp29,03 miliar, sementara pendapatan lain-lain tercatat Rp13,31 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp18,18 miliar pada periode sebelumnya.

Sebelum penyesuaian nilai wajar properti investasi, perusahaan mencatat laba Rp533,13 miliar, turun dari Rp555,3 miliar. Adapun penyesuaian nilai wajar properti investasi mencapai Rp134,36 miliar, lebih kecil dibandingkan Rp476,69 miliar pada tahun sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak tercatat Rp667,5 miliar, menurun dari Rp1,03 triliun. Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp28,16 miliar, turun dari sebelumnya Rp34,45 miliar, laba bersih perusahaan tercatat Rp639,34 miliar.

Baca Juga: Pendapatan Tumbuh, tapi Laba Prodia (PRDA) Susut 23,46% di 2025

Dari sisi neraca, total aset PLIN meningkat menjadi Rp12,87 triliun, dari Rp12,76 triliun pada akhir 2024. Liabilitas tercatat Rp1,49 triliun, bengkak dari Rp1,41 triliun, sementara ekuitas meningkat tipis menjadi Rp11,38 triliun dari sebelumnya Rp11,34 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Diprediksi Melemah, Analis Jagokan Saham ICBP, INDF hingga BBCA
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemenaker Usulkan Upah Layak hingga Jaminan Sosial dalam Pembahasan RUU PPRT
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kunjungan Wisnus ke Bali Diprediksi Naik Cuma 10 Persen saat Libur Lebaran
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Peran Gus Alex Stafsus Yaqut dalam Kasus Kuota Haji
• 10 jam lalukompas.com
thumb
ESDM Ungkap Kesiapan Pasokan Listrik dan BBM Selama Idulfitri 2026
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.