Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mencari pelaku penyiram air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Sahroni menegaskan jangan sampai aktivis dan rakyat diadu domba dengan pemerintah. Ia pun meyakini bahwa pelaku penyiraman air keras tersebut bukan dari aparat penegak hukum.
"Polisi harus cepat cari pelakunya, jangan sampai terjadi adu domba antara aktivis dan rakyat melawan pemerintah. Karena saya yakin dalang di balik ini bukan aparat atau pemerintah karena ini sudah sangat ekstrem. Jadi saya rasa ini kerjaan pihak-pihak yang ingin mengadu domba dan merusak stabilitas keamanan di Indonesia," ujar Sahroni dalam keterangannya, Sabtu (14/3).
Menurut Sahroni, saat ini sedang marak serangan-serangan yang dilayangkan kepada pemerintah. Ia pun meminta masyarakat untuk bijak melihat dalam kasus tersebut.
"Karena memang sekarang kan serangan-serangan ke pemerintah lagi banyak. Sehingga masyarakat harus bijak. Dan yang terpenting, aparat keamanan harus cari pelaku secepatnya. Kita tetap dukung dan berada di sisi korban," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami luka bakar serius akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.
Ia mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan 24%, akibat reaksi peradangan dari cairan air keras yang mengenai kulit.
"Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa korban atau dalam hal ini Andrie Yunus, mengalami luka bakar sekitar 24%," kata Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, sebagaimana pernyataan tertulisnya, Sabtu (14/3).
"Luka tersebut terutama terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada. Dari sejumlah luka yang dialami, kondisi paling serius terdapat pada mata kanan," sambung Jane.





