Tak Pangkas Dana MBG, Pemerintah Bidik Efisiensi APBN Lewat Pos Belanja Lain

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah berencana kembali mengetatkan efisiensi anggaran untuk menjaga defisit anggaran tetap berada pada batas maksimal 3% dari produk domestik bruto (PDB). Langkah tersebut merupakan respons atas konflik perang di Timur Tengah yang makin meluas.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan efisiensi anggaran lanjutan akan dilakukan lebih mendalam dengan menyisir berbagai kegiatan dan pos anggaran, sebagaimana dilakukan pada tahun lalu.

Salah satu langkah yang akan diambil adalah memperketat sejumlah pengeluaran, termasuk perjalanan dinas, terutama perjalanan dinas luar negeri. “Saya  selaku bagian ujung yang mengeluarkan izin, mau memperketat perjalanan dinas luar negeri,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan setelah mengikuti Rapat Koordinasi Program Strategis Presiden di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta pada Selasa (17/3).

Selain itu, pemerintah juga akan menyisir ulang anggaran untuk mengidentifikasi pos yang tidak produktif serta menentukan kegiatan yang dapat ditunda. Salah satunya, pembangunan gedung yang dinilai belum mendesak dan tidak mengganggu kinerja kementerian.

Di sisi lain, Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah tidak akan mengurangi anggaran untuk program-program unggulan, termasuk program makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, serta Sekolah Rakyat.

Ia mengatakan, pemerintah akan mengalihkan anggaran dari belanja yang dinilai kurang produktif atau berdampak rendah untuk memperkuat program-program yang dinilai lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Justru lebih memilih untuk mengurangi belanja-belanja yang menurut kita kurang produktif atau kurang berdampak,” kata Prasetyo Hadi.

Hal serupa juga sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia mengatakan anggaran program MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih tak akan dipangkas meski ada risiko pembengkakan defisit APBN 2026 di tengah lonjakan harga minyak dunia.

“Program unggulan tidak ada yang diubah. Semua berjalan karena itu investasi jangka panjang,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (17/3).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Populer Ekonomi: Harga Terbaru BBM hingga Emas Antam Turun Goceng
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banyak Pilihan Libur dan Diskon Tarif, Warga Diimbau Hindari Puncak Arus Mudik
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Bitcoin Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan, Arus Dana ETF Menguat
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Komnas HAM: LPSK Dukung Biaya Perawatan Aktivis KontraS Andrie Yunus
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Bahlil Sambut Baik Ada Kapal yang Mulai Diizinkan Iran Lewat Selat Hormuz
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.