Perjuangan Sopir Bus AKAP Antar Pemudik: Terjebak Macet Belasan Jam hingga Hadapi Mogok

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Deru mesin kendaraan yang tak pernah berhenti di tengah kemacetan arus mudik menjadi bukti perjuangan para sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menjalankan pekerjaannya sebaik mungkin.

Di balik perjalanan para pemudik menuju kampung halaman, sopir bus harus mempertaruhkan tenaga dan kesabaran untuk menghadapi kemacetan yang tak terhindarkan.

Rasa kantuk, tangan dan kaki yang pegal akibat lalu lintas padat, menjadi tantangan yang harus dihadapi sopir selama mengantar penumpang.

Baca juga: Rawan Kecelakaan, Warga Minta Pintu Perlintasan KA di Petamburan Diperbaiki

Tak jarang, keringat terus bercucuran di wajah mereka ketika perjalanan dilakukan pada siang hari, sementara tirai bus tak mampu menghalau teriknya matahari.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, sopir bus tak pernah berhenti berusaha agar setiap penumpang tiba di tujuan dengan selamat.

Salah satu sopir bus AKAP, Yayat (52), mengaku terjebak macet saat Lebaran sudah menjadi rutinitasnya selama puluhan tahun.

"Mobil saya ini Banjar (Jawa Barat)-Tanjung Priok, perjalanan kurang lebih delapan jam kalau enggak macet," ungkap Yayat ketika diwawancarai Kompas.com di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (16/3/2026).

Namun, saat musim Lebaran, perjalanan yang biasanya delapan jam bisa memakan waktu belasan jam karena kemacetan, termasuk di jalur tol.

Selama terjebak macet, Yayat hanya bisa bersabar sambil menahan rasa kantuk. Jika sudah tak kuat, ia memilih istirahat di rest area, biasanya sambil merokok agar tetap terjaga dan bisa melanjutkan perjalanan.

Bus mogok

Selain kemacetan, pengalaman paling berat bagi sopir bus adalah ketika kendaraannya mogok.

"Dukanya banyak banget, di jalan kalau lagi mengalami trouble, sedih banget. Paling di jalan masalah trouble mogok," ungkap Yayat.

Ketika busnya mogok, hal ini sering membuatnya bingung bagaimana menjelaskan kepada penumpang.

Baca juga: Baru Sebulan Dipasang, Palang Perlintasan KA di Petamburan Rusak Ditabrak Motor

Sebab, banyak penumpang ingin cepat sampai agar bisa merayakan Lebaran bersama keluarga. Di sisi lain, jika kerusakan parah, ia khawatir tak bisa menanganinya sendiri.

"Kalau masih ada mobil di belakang sih enggak masalah, kalau enggak ada repot," tutur Yayat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski begitu, ia tetap menikmati pekerjaannya sebagai sopir bus, karena merasa tidak terikat seperti pekerjaan kantoran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
62 SPPG Ditutup Sementara Oleh BNG karena Menu MBG Tidak Sesuai Anggaran Selama Ramadhan
• 3 jam lalunarasi.tv
thumb
Jadi Lokasi Dugaan Perselingkuhan, Kini Rumah TKP Inara Rusli dan Insanul Fahmi Disebut Dijual
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Momen Polisi Berlutut Cegah Perang Tanding 2 Masyarakat Adat akibat Sengketa Tanah Ulayat
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Kakorlantas Polri: Skema One Way Nasional Bakal Diterapkan 18 Maret 2026 Antara Jam 10 – 12 WIB
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Tegaskan Tanah BUMN Milik Rakyat: Tak Boleh Dijual, Khusus untuk Subsidi
• 10 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.